Sajak untuk Dia

Sajak untuk Dia

  • WpView
    MGA BUMASA 7
  • WpVote
    Mga Boto 2
  • WpPart
    Mga Parte 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Thu, Jul 16, 2020
Hanya kumpulan puisi sederhana, dibuat sang puan yang rindu waktu kemarin bersama sang tuan. Berharap waktunya dikembalikan semesta kepadanya, agar boleh dihabiskan bersama sang tuan. hai, semoga baik baik saja ingat ga dulu, kita hampir seperti sepatu kemana tak ada yang satu maka, saling berusaha untuk bertemu sudah, terlalu sering ku tulis didiaryku tak ada yang lebih mengharapkan temu lebih dari aku.
All Rights Reserved
#42
dahulu
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • SEBERKAS RINDU DALAM SAJAKKU UNTUKMU
  • Almost.
  • Catching the shadow
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • Perihku Ditinggalkan
  • Sekumpulan Sajak yang Berkisah
  • KITA
  • Untuk Dia Yang Tak Bisa Kusebut Namanya
  • TENTANGMU YANG PERNAH ADA

"Semelelahkan apapun hidup, tolong jangan mati di tangan sendiri." ______________________ "Aku nggak mau ngerasain mentalku kembali hancur berantakan hingga rasanya hampir mati hanya karena cinta. Itu sebabnya, aku selalu takut untuk jatuh hati lagi." Ya, Ditha Aquila selalu takut kembali dibuat terluka sampai tak sadar bahwa ia sudah jadi sumber luka bagi Juna Pradirga. Lihatlah pada kebodohan yang ia buat. Takut ditinggal pergi, tetapi menomorsatukan ego dan gengsi. Ingin diyakinkan, tetapi tak pernah memberi kepercayaan. Mengharapkan yang serius, tetapi memutuskan hidup dalam hubungan tanpa status. Lebih dari ketakutannya untuk kembali dilukai, Ditha percaya bahwa orang yang mentalnya tidak stabil memang tak pantas untuk dicintai. Sebab bagaimana mungkin ia mencintai raga yang lain saat dirinya sendiri masih seringkali ia sakiti? Biar aku bertanya, apa yang akan kau putuskan jika seseorang datang pada saat luka masa lalumu belum sepenuhnya hilang? Memilih menerimanya? Atau justru, menolak kehadirannya dengan dalih sakit hatimu yang belum pulih? Keduanya sama-sama berisiko. Namun, kita selalu bisa memilih, risiko mana yang akan kita ambil. "Dan salah satu cara paling mudah untuk mencintai diri sendiri adalah dengan berhenti sejenak mencintai orang lain." PERINGATAN ⚠ Cerita ini bertemakan mental health. Pada beberapa part mengandung konten sensitif seperti adegan kekerasan fisik, self harm, hopeless, trust issues, dan suicidal thoughts. Publish : 1/09/2021 - 25/12/2021 Revisi [ New version ] : 19/02/2023 - Rank : #2 in puisi [04/10/22] #3 in quotes [30/11/23] #1 toxic relationship [31/07/22] #1 trustissue [28/08/22] #1 loveyourself [09/08/2

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman