Big Bro(s)' Lil Sis

Big Bro(s)' Lil Sis

  • WpView
    Reads 429
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 13, 2021
Apa jadinya jika hidupmu terhalang oleh tembok besar bernama 'Overprotective Brothers'? *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* Setelah bertahun-tahun hanya memiliki seorang ayah, akhirnya Suryadinata bersaudara memiliki seorang ibu. Dari ibu sambungnya, mereka memiliki seorang adik perempuan yang memiliki jarak usia cukup jauh dari ketiganya. Perbedaan usia yang cukup jauh membuat ketiga laki-laki itu mengalami apa yang mereka sebut sebagai 'Sister Complex'. Ketiganya begitu menyayangi dan melindungi sang adik bungsu. Bahkan mereka sampai menetapkan batas agar adik bungsunya selalu dalam keadaan aman. Setelah bertahun-tahun selalu dalam penjagaan ketiga kakaknya, sang adik pun memasuki dunia dimana dia bisa bertemu dengan lebih banyak dan berbagai macam orang. Dari sekian banyak orang tersebut, ada seorang laki-laki yang masuk ke dalam kehidupannya. Bagaimana reaksi Suryadinata bersaudara ketika mengetahui hal tersebut?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jovanka dan Abang Kembar
  • My Brother[Sequel Mianhae My Brother]
  • ✔ Dilemme XXX [NoRen] Revisi
  • Five wishes! [SM Family]
  • GRANDSON'S EYANG MUHSIN [ NCT DREAM] End
  • Linier [Babu Lee]
  • Sandyakala | Haechan
  • Solitude |Na Jaemin

Hendra dan Narendra Dewantara terlahir dengan beban yang tak mereka mengerti. Sejak kecil, mereka harus mendengar bisikan-bisikan bahwa mereka adalah anak pembawa sial. Namun, di balik semua itu, mereka masih memiliki kasih sayang dari kedua orang tua mereka-setidaknya hingga bayi kecil itu lahir. Jovanka, adik bungsu mereka, hadir ke dunia dengan membawa perubahan besar. Kehadirannya mengubah segalanya. Orang tua mereka, Dewantara dan Cinthya, yang dulu begitu menyayangi mereka, perlahan menjauh. Semua perhatian, semua kasih sayang, semua harapan yang dulu diberikan untuk mereka, kini hanya tertuju pada satu sosok-Jovanka. Hendra dan Narendra tumbuh dengan kebencian yang tak mereka pahami. Bagi mereka, Jovanka adalah alasan mereka kehilangan orang tua. Bayi mungil itu adalah penyebab semua kehancuran. Maka, tanpa sadar, mereka ikut menjauh. Mereka membiarkan adik mereka tumbuh sendirian dalam dingin, tanpa pelukan hangat seorang kakak. Namun, waktu mengajarkan mereka banyak hal. Perlahan, kebenaran terungkap. Luka yang selama ini mereka kira milik mereka saja, ternyata juga terukir dalam diri Jovanka. Dan saat mereka menyadari itu, sudah terlambat. Adik mereka telah berjalan terlalu jauh dalam gelap, terjebak dalam luka yang tak pernah mereka lihat. Kini, di antara penyesalan dan keinginan untuk menebus segalanya, Hendra dan Narendra berjanji. Mereka tidak akan membiarkan Jovanka menghadapi semuanya sendirian lagi. Tidak peduli berapa banyak duri yang harus mereka lalui, tidak peduli seberapa terlambat mereka menyadarinya-mereka akan memastikan adik mereka tidak lagi merasa sendirian. Namun, apakah cinta dan penyesalan cukup untuk menyembuhkan luka yang telah terukir begitu dalam? Ataukah semua ini sudah terlambat? Karena tak peduli seberapa besar keinginan mereka untuk melindungi, pada akhirnya hanya ada satu pertanyaan yang harus dijawab: apakah seorang pangeran yang telah kehilangan mahkotanya masih bisa menemukan rumahnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines