Cinta Gadis Biasa

Cinta Gadis Biasa

  • WpView
    Reads 100
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 2, 2025
Sejauh apa pun jalan yang kita tempuh, tujuan akhir selalu rumah. _fiersa Besari Meski sedekat nadi kita beranjak, tujuan terakhir tetaplah rumah. Katanya rumah tempat pulang, tempat kita memperoleh dan mencurahkan kasih sayang. Tapi bagaimana kalau keberadaan kita hanya tertekan, rumah yang diharap sebagai payung berteduh tak pernah utuh. "Ami, Babah, maaf tak bisa membuat kalian bangga." Aku pemimpi yang tak bangun untuk meraihnya. Lantas bagaimana aku akan bangun kala sebelum tidur mimpiku seolah tak perlu digapai, tak perlu lagi untuk kuraih. Hidupku sudah sempurna. "Thanks, for my older brothers and sisters." Ya, terimakasih sudah membuatku bingung memilih arah jalan. Oh, bukan sudah, kalian bahkan sedang membuatku bingung antara bangun untuk meraih mimpi atau tidur untuk melanjutka mimpi. Dan.... dari saya yang biasa untuknya yang luar biasa. "Maaf, dan ... Terimakasih." bukankah kita tidak pantas? bersanding, beriring, apalagi saling menyimpan rasa. Terlebih, saya sadar diri 'saya ini siapa' Saya sadar diri untuk tak berharap lebih, apalagi berharap Ia datang mebalas setiap perasaan yang saya pendam dalam-dalam. ******* Mengisahkan Gadis pencari jati diri, mencari apa yang sebenarnya di ingini, mencari apa yang sebenarnya ia impikan, terlebih Gadis yang memilik banyak rencana untuk ending cerita di hidupnya. Dan cinta tiba-tiba membuat semuanya terhambat perlahan, membuatnya bingung arah sebenarnya yang ia tuju.
All Rights Reserved
#23
diam-diam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • Dear Heartbeat [COMPLETED]
  • Almost.
  • ARUMILA
  • Om, Ayo Nikah!
  • Bukan Kita D.A.N
  • Maaf' (Revisi)

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines