Story cover for MAUREN by OhRiska12
MAUREN
  • WpView
    Reads 998
  • WpVote
    Votes 90
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 998
  • WpVote
    Votes 90
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Jul 14, 2020
Namanya MAUREN MITHA OLIVIA. Gadis cantik yg berhati baik. Dia mempunyai postur tubuh yg tinggi, kulitnya berwarna putih bersih, hidung mancung, rambutnya berwarna hitam legam, iris matanya yg berwarna coklat terang, sungguh sempurna ya.

Dia sedari kecil tinggal di new york bersama kedua orang tuanya. Mauren anak tunggal, tidak memiliki saudara.

Tapi mauren dan keluarganya harus pindah ke indonesia untuk urusan bisnis papanya. 

Penasaran?
Langsung baca aja.
Jangan lupa vote dan komen ya.
Follow akun aku juga, nanti aku follback, tenang.

Cerita ini terusan dari cerita aku yg berjudul SAD ENDING.Sebaiknya baca cerita aku yg sad ending dulu, agar kalian paham alur jalan ceritanya, tapi kalo ga mau ya gapapa, aku ga maksa. 


#2 mauren (22/07/20)
#33 juna (22/07/20)

( cover by me + picsay pro )
All Rights Reserved
Sign up to add MAUREN to your library and receive updates
or
#492juna
Content Guidelines
You may also like
Dokter Spesialis Mantan [ON GOING] by Asraulrica
39 parts Ongoing Mature
"Yang nggak pernah benar-benar selesai, justru yang paling susah dilupakan." - Nayyara Tujuh tahun. Itu waktu yang Nayyara habiskan untuk mencoba sembuh-dari luka yang bahkan tak sempat diberi penutup. Luka yang diam-diam ia bawa sejak bangku kuliah kedokteran, hingga kini menyandang gelar spesialis. Luka bernama Adrian Baskara-mantan yang pergi tanpa kata, tanpa perpisahan. Hanya hilang. Begitu saja. Sialnya ketika ia merasa telah pulih, semesta mengajak bercanda. Sebuah mutasi mendadak menjatuhkannya dari puncak karier di rumah sakit elit Jakarta ke pelosok desa di Jawa Tengah. Desa asing yang lebih percaya ramuan dukun ketimbang resep dokter, lebih patuh pada mitos ketimbang medis. Nayyara datang sebagai penyintas-asing, tersesat, nyaris patah. Tapi ia bertahan. Ia belajar hidup dari nol. Ia kira, itu sudah cukup berat. Sampai... Adrian muncul. Kini pria itu berdiri di hadapannya-dengan senyum sabar, tatap mata yang dulu menenangkan, dan seorang anak kecil yang tak sengaja memanggilnya, "Ayah." Nayyara ingin pergi. Meninggalkan desa ini. Menjauh dari kenangan yang kembali bernyawa. Tapi hati bukan peta yang bisa digariskan lurus-lurus saja. Luka lama belum sembuh, rahasia lama belum selesai. Dan pertanyaan itu terus menghantui: Kenapa Adrian pergi tanpa pamit dulu? Dan... kalau cinta yang lama mati ternyata belum benar-benar terkubur, bisakah Nayyara mencintai lagi-tanpa takut patah untuk kedua kalinya?
You may also like
Slide 1 of 10
Dokter Spesialis Mantan [ON GOING] cover
PERFECT ROSE cover
Eléftheros || On going cover
IMPERIUM || End✓ cover
Karamel [Completed] cover
NADIRAEFAL cover
About Destruction (SELESAI) cover
CHARMOLYPI [χαρμολύπη] || END✓ cover
Hypomone {ὑπομονή} || END✓ cover
MĄŚĶÃ {Topeng} || End✓ cover

Dokter Spesialis Mantan [ON GOING]

39 parts Ongoing Mature

"Yang nggak pernah benar-benar selesai, justru yang paling susah dilupakan." - Nayyara Tujuh tahun. Itu waktu yang Nayyara habiskan untuk mencoba sembuh-dari luka yang bahkan tak sempat diberi penutup. Luka yang diam-diam ia bawa sejak bangku kuliah kedokteran, hingga kini menyandang gelar spesialis. Luka bernama Adrian Baskara-mantan yang pergi tanpa kata, tanpa perpisahan. Hanya hilang. Begitu saja. Sialnya ketika ia merasa telah pulih, semesta mengajak bercanda. Sebuah mutasi mendadak menjatuhkannya dari puncak karier di rumah sakit elit Jakarta ke pelosok desa di Jawa Tengah. Desa asing yang lebih percaya ramuan dukun ketimbang resep dokter, lebih patuh pada mitos ketimbang medis. Nayyara datang sebagai penyintas-asing, tersesat, nyaris patah. Tapi ia bertahan. Ia belajar hidup dari nol. Ia kira, itu sudah cukup berat. Sampai... Adrian muncul. Kini pria itu berdiri di hadapannya-dengan senyum sabar, tatap mata yang dulu menenangkan, dan seorang anak kecil yang tak sengaja memanggilnya, "Ayah." Nayyara ingin pergi. Meninggalkan desa ini. Menjauh dari kenangan yang kembali bernyawa. Tapi hati bukan peta yang bisa digariskan lurus-lurus saja. Luka lama belum sembuh, rahasia lama belum selesai. Dan pertanyaan itu terus menghantui: Kenapa Adrian pergi tanpa pamit dulu? Dan... kalau cinta yang lama mati ternyata belum benar-benar terkubur, bisakah Nayyara mencintai lagi-tanpa takut patah untuk kedua kalinya?