We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Terlanjur mencinta

Terlanjur mencinta

  • WpView
    Reads 72
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 16, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Diam-diam mencintaimu adalah jalan ninjaku" -Kiara Untuk Kiara itu saja sudah cukup, memendam rasa lebih baik dari pada mengungkapkan. Terlebih lagi jika diungkapkan hasilnya tak sesuai Ekspentasi. "Aku tau jika kamu mencintaiku,terlihat dari tatapan mu sangat memuja diriku. Tapi sepertinya kau hanya ingin memendam perasaan itu hanya untukmu sendiri. Baiklah aku terima tapi boleh aku katakan sesuatu untukmu,bahwa aku juga mencintaimu..." -Elvaro Orang bilang cinta pada pandangan pertama itu cuma sesaat namun tidak bagi kiara, Semenjak kejadian hari dimana pengambilan seragam di Sekolah Menengah Pertama kisah itu dimulai Namun takdir tak berjalan sesuai keinginan Kiara. Selama 2 tahun memendam perasaan sendiri, hingga tuhan mengirimkan seseorang laki-laki hadir dan berhasil menghapus El dari pikiran Kiara. Namun siapa sangka laki-laki tersebut mengajarkan 2 hal sekaligus "Jatuh Cinta Tapi sekaligus Patah Hati..."
All Rights Reserved
#66
patahati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • langkah Cahya
  • Flora [Complete]
  • DEAR "SECRET LOVE"
  • Bulan Retak di Langit Senja
  • If I Could TURN BACK Time [Flora - Dicko]

Cinta pertama datang tanpa aba-aba-lewat pandangan singkat di hari MPLS, pada sosok kakak kelas yang tampak sempurna di mata Cahya. Tapi kekaguman itu harus ia kubur diam-diam, saat kenyataan berkata lain. Luka tak berhenti di sana, sebab hati yang baru pun kembali terluka. Di tengah rasa letih dan kecewa, Cahya memilih diam. Fokus pada mimpi, bukan rasa. Hingga semesta kembali mengetuk-lewat sepasang mata baru, dari siswa pindahan yang tak terduga. Dan di situlah, Cahya kembali belajar: bahwa mengagumi tak harus memiliki, tapi bisa menjadi cara paling tulus untuk mencintai dalam diam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines