Yuanfen.
  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 26, 2020
Leta berdiri di tengah ladang bunga yang sedang bermekaran,gadis itu sangat menyukai bunga. Kepala mungil yang memiliki paras cantik itu menolehkan kepalanya ketika mendengar namanya di panggil. Senyum manis terukir di bibirnya kala melihat siapa yang datang. Angkasa. Dia pria yang akhir akhir ini menjadi candu untuk leta. Membuat leta susah tidur karena terus memikirkannya. Membuatnya selalu merasa kenyang walau belum makan ketika kembali mengingat suara lembut milik angkasa. Ohhh..bahkan kini leta sudah tergila gila dengannya.
All Rights Reserved
#182
aleta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Alaskar dan Bulan
  • Untuk farel dari ALEA
  • Blue Sky (SELESAI)
  • Harmony in the Universe: The Journey of Wang Yi and Zhou Shiyu
  • Rindu [TAMAT]
  • Langit Yang Sama
  • Jasmine Blooms Between Us

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan sekolah menengah, dua jiwa yang berbeda tanpa sengaja dipertemukan oleh takdir. Bulan, seorang gadis pendiam dengan hobi melukis, menyimpan kelembutan dalam setiap gerakannya. Di sisi lain, Alaskar, kapten tim voli yang percaya diri dan karismatik, dikenal sebagai pusat perhatian di mana pun ia berada. Pertemuan pertama mereka terjadi secara sederhana, saat mata mereka bertemu di sebuah aula yang ramai. Sebuah tatapan singkat yang menyalakan percikan rasa ingin tahu di hati masing-masing. Bulan, dengan sikap canggungnya, tak mampu mengabaikan getaran aneh yang dirasakannya. Sedangkan Alaskar, yang terbiasa menjadi sorotan, justru mendapati dirinya terpesona oleh kesederhanaan Bulan. Namun, dunia mereka yang berbeda membawa tantangan tersendiri. Di balik pesona Alaskar yang sering dianggap sempurna, ia menyimpan luka keluarga yang tak terlihat. Sementara itu, Bulan harus menghadapi tekanan dari lingkungan sosialnya, termasuk rasa iri dan gosip dari mereka yang tak senang melihatnya dekat dengan Alaskar. Dari pertemuan pertama yang singkat, percakapan sederhana mulai mengalir. Hubungan mereka berkembang perlahan, penuh dengan momen manis, kecanggungan, dan perjuangan untuk saling memahami. Keduanya belajar bahwa cinta bukan sekadar rasa bahagia, tetapi juga keberanian untuk saling mendukung di tengah rintangan yang ada. Di awal cerita ini, cinta mereka adalah benih kecil yang tumbuh di tengah badai, memulai perjalanan panjang penuh emosi, tawa, dan air mata.

More details
WpActionLinkContent Guidelines