SEPATU MIA [END]

SEPATU MIA [END]

  • WpView
    Reads 167
  • WpVote
    Votes 169
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadComplete Thu, Feb 3, 2022
matanya tertuju pada Abi yang duduk di depannya. Pria dingin dan berperasaan itu. Bangku mereka hanya berjarak 2 kursi di sebelah kiri bangku Mia. Abi tidak melihatnya, tapi Mia bisa melihat Abi yang hanya memakai kaos putih dan fokus pada buku yang dibacanya. Dia merasa bersalah tapi tidak bisa mendekati Abi dan meminta maaf dengan benar soal kejadian tadi.
All Rights Reserved
#734
kisahsekolah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CERITA HOROR SEKOLAH
  • Bukan Sekedar Teman Sebangku
  • Shadow School Mystery
  • Seven Gills
  • REKSA: The Last Bell
  • Charoque Boarding School
  • UJIAN
  • LOVE STYLE. (BL Story)
  • Starlight Tears || Tamat (S1)
  • JANUARGHA

Di sebuah sekolah menengah yang terkenal dengan gedungnya yang tua dan penuh sejarah, desas-desus mengenai ruang bawah tanah yang terlarang terus menyebar di kalangan siswa. Sekolah ini berdiri megah di atas bukit, dengan pepohonan rimbun yang membuat suasananya selalu terlihat kelam, bahkan di siang hari. Legenda mengisahkan tentang seorang siswa yang menghilang bertahun-tahun lalu di dalam gedung tua itu, dan sejak saat itu, terdengar suara langkah kaki dan bisikan aneh di lorong-lorong saat malam tiba. Suatu malam, sekumpulan siswa yang penasaran memutuskan untuk menyelidiki. Mereka mendengar cerita tentang sebuah cermin besar di ruang musik yang konon bisa memperlihatkan bayangan orang-orang yang sudah mati. Salah satu siswa menghilang saat berani menatap cermin itu terlalu lama. Mereka pun mulai menyadari ada sesuatu yang mengawasi mereka, mengintip dari sudut-sudut gelap, dari ruang kelas yang terkunci, dan dari bayangan di balik tirai tebal. Misteri semakin dalam ketika mereka menemukan buku catatan tua di perpustakaan yang penuh dengan kisah-kisah tragis yang pernah terjadi di sekolah itu. Setiap halaman seolah menceritakan takdir mengerikan seseorang yang seolah ditakdirkan terulang. Tanpa mereka sadari, mereka telah membangunkan sesuatu yang seharusnya tetap terkubur. Ketika mereka mencoba untuk berhenti dan melupakan semuanya, kejadian aneh terus menghantui mereka-seperti suara lonceng yang berdentang saat jam menunjukkan angka 13, atau sosok samar yang berdiri di belakang jendela kelas saat mereka bergegas pulang. Mereka harus mengungkap misteri ini sebelum semuanya terlambat, karena setiap malam yang berlalu, jumlah mereka semakin berkurang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines