HI! AB PART 1

HI! AB PART 1

  • WpView
    Membaca 7,720
  • WpVote
    Vote 3,044
  • WpPart
    Bab 200
WpMetadataReadLengkap Jum, Okt 2, 2020
Mampir Dan Hadir Di Bagian Kedua, Bisa Cek Di Profil Karya Saya. Terima Kasih. Setiap Hari Kita Harus Belajar, Apa Yang Masih Kekurangan. Apa Yang Terlalu Berlebihan. Hidup Itu Penuh Akan Pertanyaan, Pilihan, Dan Juga Jawaban. Pertanyaan Selalu Ada Jawaban. Pilihan Selalu Ada Opsi Yang Mesti Kita Pilih, Namun Jawaban Tak Pernah Sama Bagi Semua Orang. Yang Menurutmu Benar Belum Tentu Benar Untuk Mereka. Yang Bagimu Salah Belum Tentu Salah Bagi Mereka. Kumpulan Kata Dan Kalimat Di Dalam Buku Ini Hanyalah Beberapa Penggal Huruf Yang Saya Pilih, Tapi Siapa Tahu Itu Bisa Jadi Suatu Hal Yang Kamu Mau. Saya Manusia Biasa, Sama Sepertimu. Saya Tak Sempurna Dan Tentu Masih Hobi Berbuat Dosa. Tak Ada Bedanya Antara Kita Karena Kita Sama Sama Manusia. Mari Kita Sama Sama Belajar Melalui Buku Yang Berjudul Hari Ini Aku Belajar.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#84
katakatamotivasi
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Aku Saat Ini : Tidak Boleh Sempurna
  • CORETAN PENA BAGIAN 1
  • Rintik Hujan
  • My Second Life (Completed)
  • The Green Sketchbook [END]
  • Jejak
  • Kata Baper「Quotes」
  • REGATHAN [END]
  • DUNIA KATA
  • Let me choose [TERBIT]

Demi sebuah pengakuan, kita rela menjadi sempurna. Padahal, sempurna bukanlah hak yang mampu manusia pegang. Apa pun yang kita lakukan, yang berhasil hanya menjauhkan kita dari sempurna, yang gagal hanya menghapus jejak kesempurnaan. Tanpa peduli pada orang-orang yang mencintainya, kita hanya melihat penderitaan kita sendiri yang lebih besar daripada siapa pun. Untuk menjadi sempurna, kita rela mendengar dan menghargai suara hati mereka yang berada di sekeliling kita. Melelahkan. Kita tak perlu memaksakan diri untuk terus berlari dengan dua kaki yang lelah. Kita tak perlu membandingkan diri dengan orang lain, kita tak perlu menjadi persis seperti mereka, kita tak perlu mengejar kecepatan mereka, kita tak perlu menahan sesak di dada ketika melihat mereka. Kita manusia, yang memiliki takdir berbeda. Itu semua wajar, jangan merasa sendirian. Walau kita telah berlari sejauh apapun, tempat pulang tidak akan berpindah, tempat pulang selalu menanti. Ketahuilah bahwa Kesempurnaan akan membunuh manusia itu sendiri, karena itulah manusia tidak boleh sempurna. Lakukan semampunya dan terimalah apa yang telah Tuhan anugerah-kan pada kita.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan