ANTOLOGI CERPEN

ANTOLOGI CERPEN

  • WpView
    Reads 74
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 24, 2020
Sudah cukup lama ia duduk disana ditemani sebuah ukulele, pena, dan sesuatu yang nampaknya seperti buku tulis. Bolak balik ia menulis dan mencoret di buku itu. Sesekali kudengar ia berdecak, sesekali juga aku mendengar ia menyenandungkan potongan kata diiringi petikan jari pada ukulelenya. Mungkin itu akan menjadi bakal liriknya. Hampir dua minggu lebih ia mengunjungi kafe ini, memesan minuman yang sama, duduk di sudut kafe yang temaram namun tetap terdapat cukup cahaya untuk menikmati aktivitas di sudut kafe tersebut saat menjelang malam. Ia selalu duduk menghadap matahari kala senja. Ya, pemandangan di pinggir pantai saat matahari menyampaikan salam perpisahannya untuk hari ini, cukup untuk memberi penghiburan bagi para pengunjung disini. Termasuk dirinya. Namun bagiku, parasnya yang amnis lebih menghibur diriku, ditambah terpaan semburat jingga tersebut, membuat dirinya lebih bersinar.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Perfect uncle ✓
  • Hitam Putih Cinta [Terbit Ebook]
  • ROMANCE FROM HIGH SCHOOL
  • Langit dan Cahayanya
  • Planet Tanpa Nama (18+)
  • TRY
  • Arsyilazka

COMPLETED.Isinya cuma kemanja dan kekanak-kanakan Caca yang bisa saja bikin kamu muak. Atau justru gemes sampai pengin cekik mati. Setelah ditinggal meninggal, memiliki seorang Ayah tiri bukanlah keinginan Caca sama sekali. Terlebih pria pilihan sang Mama memiliki usia dengan jarak yang menurut Caca tidak sewajarnya. Kedatangan Juan dalam keluarganya kerap membuat Caca mendadak terkena serangan jantung sebab sikap pria itu yang tidak bisa ditebak. Caca tidak tahu jika diam-diam sosok itu menaruh damba pada dirinya. Jadi, Bagaimana jika orang yang seharusnya menjadi seorang Ayah justru malah menyukai calon anak tirinya? "Pelukannya berdua doang nih?" "Om Juan nggak diajak! Mama lebih sayang sama Caca." "Saya lebih sayang sama kamu" "Om itu calon suaminya Mama, jangan suka sama Caca!" "Siapa yang suka sama kamu? Saya bilangnya sayang, bukan suka." Note: Sinopsis hanyalah pemanis, dia tidak menjelaskan seperti apa isi cerita ini sesungguhnya. Ayo! Caca menunggu mu untuk membaca ceritanya. Begini kata pembaca: " gila ni cerita kece bgt, drti awal emng langsung tertarik aja karena lihat spoilernya. Eh taunya bagus, walaupun yg baca belum yg sampai ribuan k tp ttp kece bgt " -raraxnx Attention: Cerita ini sangat sepi pembaca karena berasal dari akun kecil, jika kalian benar-benar memutuskan untuk membaca cerita ini, tolong tinggalkan sesuatu yang bisa membantu akun ini berkembang. Terimakasih. ⚠️Masih ada beberapa kesalahan dalam tanda baca! Typo bertebaran,

More details
WpActionLinkContent Guidelines