When Our Eyes Meet

When Our Eyes Meet

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 17, 2020
"When Our Eyes Meet" Judul ini bisa menjadi pernyataan, bisa juga menjadi pertanyaan. "Ketika mata kita bertemu" "Kapan mata kita bisa bertemu?" Walaupun begitu, yang kutahu pasti tentang kalimat itu adalah bahwa aku menantimu. Mata ini diciptakan untuk saling melihat, tetapi... "Mengapa kita tak bisa saling menatap?" "Mengapa kita tak bisa saling mencintai dengan sewajarnya?" "Mengapa aku tak bisa melihat matamu yang sedang melihat mataku?" Aku sangat menantikan ketika mata kita suatu saat nanti bertemu. . . "Apa kau juga?" . Hai.. terimakasih sudah mampir.. Ini adalah kisah dimana aku dan dia saling mencinta namun anehnya, kita tak pernah saling menatap. Mungkinkah itu terjadi? . . Penasaran? Ayuk dibaca😊 *Aku mohon maaf bila ada kesamaan dalam judul, gambar, nama ataupun lokasi. Aku tidak bermaksud untuk menjiplak atau mengambil karya orang lain. Ini adalah 100% karya aku^_^
All Rights Reserved
#114
aesthetic
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [COMPLETED] 7 Days
  • Warna Yang Hilang
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]
  • Sexy Daddy
  • [END] Blind Rainbow
  • Love With Ghost
  • Nikah Sma
  • Ratusan Hari Mencari Hati
  • Aksara Bercerita

Apa yang akan kamu lakukan jika suatu hari kamu membuka mata dan menemukan dirimu berada di sebuah tempat asing tanpa satupun memori tersisa dalam ingatanmu? --- "Huh?!" Aku membuka kedua mataku ketika suara dentuman besar terdengar berdebam di kepalaku. Kedua bola mataku bergerak mengamati apa yang ada di sekitarku- sebuah rasa tak biasa kurasakan menelusup dalam benak. Sebuah perasaan asing. Namun pikiranku terasa begitu ringan-tak ada satupun yang melintas dalam kepalaku selain tiga hal tadi; jalanan malam, seorang wanita, dan sebuah ledakan besar. "Ugh-" Aku memaksakan diri terbangun dan sekujur badanku terasa sakit. Kuangkat kedua telapak tanganku yang berbalut perban. "Jalanan-gue kecelakaan kah?" Kuperhatikan sekitar dan aku tak sengaja menoleh ke sisi kananku. Jantungku seperti berhenti berdegup ketika kusadari bahwa aku tak sendiri di atas tempat tidur-seorang bayi lelaki berbaring di sebelah dan menatapku dengan kedua matanya yang membulat sempurna.

More details
WpActionLinkContent Guidelines