Bait Syair Sang Pemimpi

Bait Syair Sang Pemimpi

  • WpView
    Reads 139
  • WpVote
    Votes 74
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 7, 2020
Bait syair sang pemimpi? Bait syair bisa dikatakan suku kata yang dibentuk menjadi kalimat, disusun menjadi satu bait dengan kesatuan dan keselarasan imajinasi sang penyair. Sang pemimpi? Setiap orang memiliki mimpi bukan? Sekalipun mimpi itu hanya sebatas mimpi tak pernah terwujud. Entah itu tak terwujud karena takdir, atau karena sang pemimpi tak mau memperjuangkan mimpinya sendiri. Yang tertuang bukan tentang kesedihan ataupun kesenangan sang pemimpi. Semua rasa yang ada memiliki andil di posisinya masing-masing. Rasa bosan, kesal, menyesal, kecewa, kesedihan, kesengsaraan, kebahagiaan, rasa syukur, ikhlas, sabar, dan rasa lain yang tak bisa dituliskan. Ini bukan syair-syair seperti sastrawan hebat. Ini hanyalah goresan pena yang tertuang dari hati sang pemimpi.
All Rights Reserved
#759
pena
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PITALOKA | Sekala Ruang Renjana
  • RENJANA⚜ ✔
  • Lintang Di Langit Majapahit [END]
  • KIDUNG JAYANEGARA: Nyanyian Jiwa yang Belum Usai
  • CHARTREUSE
  • Coretan Hitam
  • Prambanan Obsession (END)
  • Bait-Bait Kata
  • Seutas Gelabah

Di balik tragedi Perang Bubat yang menyayat, ada sepenggal kisah dramatis yang tak diketahui oleh para penulis sejarah. Bukan hanya tentang Putri Sunda yang mengorbankan nyawa dan Raja Majapahit yang merana, cerita ini juga berkisah tentang orang-orang di sekitarnya, mereka yang menjadi pelengkap kisah dalam sejarah kelam Nusantara. *** "Aku akan melakukan apapun, apapun asal aku bisa bersama dengannya. Dalam umurnya yang sangat singkat, aku ingin menghabiskan waktu bersamanya, aku ingin dia tahu jika aku mencintainya, aku ingin dia mencintaiku seumur hidupnya." *** "Apa kau tahu betapa menderitanya aku karena kehilanganmu? Aku tidak akan pernah sanggup jika harus kehilanganmu untuk yang kedua kalinya." *** "Tidak ada cinta sebesar cinta ku padamu. Tidak Hayam Wuruk, tidak Jala Setra, bahkan melebihi cinta mu pada Niskala. Cinta yang ku miliki ini bahkan mampu menembus dinding pemisah antar dunia yang berbeda." *** "Wahai Dewa... Jika memang suamiku tidak akan pernah bisa mencintaiku, maka berilah aku kesabaran luar biasa agar aku bisa mencintainya seumur hidupku." *** 27/2/23

More details
WpActionLinkContent Guidelines