Bait Syair Sang Pemimpi

Bait Syair Sang Pemimpi

  • WpView
    Membaca 149
  • WpVote
    Vote 74
  • WpPart
    Bab 8
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Agt 7, 2020
Bait syair sang pemimpi? Bait syair bisa dikatakan suku kata yang dibentuk menjadi kalimat, disusun menjadi satu bait dengan kesatuan dan keselarasan imajinasi sang penyair. Sang pemimpi? Setiap orang memiliki mimpi bukan? Sekalipun mimpi itu hanya sebatas mimpi tak pernah terwujud. Entah itu tak terwujud karena takdir, atau karena sang pemimpi tak mau memperjuangkan mimpinya sendiri. Yang tertuang bukan tentang kesedihan ataupun kesenangan sang pemimpi. Semua rasa yang ada memiliki andil di posisinya masing-masing. Rasa bosan, kesal, menyesal, kecewa, kesedihan, kesengsaraan, kebahagiaan, rasa syukur, ikhlas, sabar, dan rasa lain yang tak bisa dituliskan. Ini bukan syair-syair seperti sastrawan hebat. Ini hanyalah goresan pena yang tertuang dari hati sang pemimpi.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#130
pena
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Kepada Langit [Terbit]
  • Prambanan Obsession (END)
  • [2] Asa dalam Rasa | ✔
  • KIDUNG JAYANEGARA: Nyanyian Jiwa yang Belum Usai
  • untuk seseorang yang pernah ku langitkan namanya
  • Coretan Hitam
  • Sekumpulan Sajak yang Berkisah
  • Musafir: Kumpulan Puisi dan Prosa [SUDAH TERBIT]
  • Bait-Bait Kata

Perasaan tak selalu datang dengan suara. Kadang ia tumbuh dalam diam, bersembunyi di balik tatapan yang tak pernah bertemu. Inilah kisah Nara. Seorang gadis yang hidupnya tenang, penuh pengamatan, dan menyimpan rasa yang tak terucap. Hari-hari Nara berjalan dalam ritme sunyi yang tak pernah benar-benar kosong. Dan seperti langit yang luas namun tak pernah bersuara, Nara menyimpan segalanya dalam dirinya. Awan-awan perasaan, cahaya harapan, juga gerimis yang turun tanpa aba-aba. Tapi sebagaimana setiap keheningan menyimpan potensi untuk menjadi suara, cinta yang diam pun menyimpan kemungkinan untuk berubah, menjadi keberanian, atau kehilangan. Karena langit pun tahu, meski ia diam, ia selalu bicara pada yang mau mendengar.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan