Bait Syair Sang Pemimpi

Bait Syair Sang Pemimpi

  • WpView
    Reads 147
  • WpVote
    Votes 74
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 7, 2020
Bait syair sang pemimpi? Bait syair bisa dikatakan suku kata yang dibentuk menjadi kalimat, disusun menjadi satu bait dengan kesatuan dan keselarasan imajinasi sang penyair. Sang pemimpi? Setiap orang memiliki mimpi bukan? Sekalipun mimpi itu hanya sebatas mimpi tak pernah terwujud. Entah itu tak terwujud karena takdir, atau karena sang pemimpi tak mau memperjuangkan mimpinya sendiri. Yang tertuang bukan tentang kesedihan ataupun kesenangan sang pemimpi. Semua rasa yang ada memiliki andil di posisinya masing-masing. Rasa bosan, kesal, menyesal, kecewa, kesedihan, kesengsaraan, kebahagiaan, rasa syukur, ikhlas, sabar, dan rasa lain yang tak bisa dituliskan. Ini bukan syair-syair seperti sastrawan hebat. Ini hanyalah goresan pena yang tertuang dari hati sang pemimpi.
All Rights Reserved
#99
goresan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [2] Asa dalam Rasa | ✔
  • untuk seseorang yang pernah ku langitkan namanya
  • Lintang Di Langit Majapahit [END]
  • CHARTREUSE
  • Sekumpulan Sajak yang Berkisah
  • LANGIT MAJAPAHIT
  • Rengkuh Rasa, Remuk Raga | ✔
  • (Book 1) Gadis Yang Terlempar Ke Bhumi Javacekwara (END)
  • Prambanan Obsession (END)

Highest rank #1 berpuisi (11/06/2022) #1 pecintasastra (10/06/2020) #1 wattpadpoetry (07/06/2020) #1 puisiindonesia (08/06/2022) #3 sajak (08/06/2022) #4 poetry (11/06/2022) #4 sastraindonesia (09/10/2020) #5 syair (08/06/2022) #6 favorit (10/06/2020) #6 asa (14/10/2020) #6 quote (11/06/2022) #6 nonfiction (11/06/2022) #35 puisi (20/11/2020) #80 nonfiksi (11/06/2022) #341 indonesiamembaca (07/10/2024) "Kenapa?" Aku hanya menggeleng. Seketika burung-burung yang terbang, awan yang terseret angin, serta dedaunan yang jatuh seakan berhenti. Kamu tersenyum, "kita." "Kita." Mungkin aku hanya berharap kata itu tidak sekadar menjadi harapan, tapi menjadi kenyataan. Masih. Kisah kita belum berakhir. *** Sekumpulan puisi dan sastra yang lagi-lagi membahas kisah romansa nan klasik. Biarlah kisah kita menjadi ceritanya tersendiri. Sebab dalam romansa kita menemukan rasa. Dan dalam rasa, kita menemukan asa-asa yang mencari peraduannya. Seri Dua dari antologi puisi Rasa dalam Asa ©2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines