Candramala

Candramala

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 15, 2020
Gayatri bilang, aku adalah anak istimewa. Padahal, ia tak berani mengatakan kalau aku ini sosiopat. "Kau itu istimewa, spesial, sayang!" Aku muak. -Nala . . "Menurutmu, apa itu cinta?" Untuk kedua kalinya, ia bertemu dengan hal yang sama tanpa tahu apakah akan hilang atau akan tetap ada. "Cinta? Entahlah. Jangan jatuh cinta padaku. Aku bukan perempuan normal. Aku tidak normal," Nala menjawab dengah penuh keteguhan. Ia tak mampu melihat wajah itu. "Kau mau menikah denganku?". Nala terpaksa memutar kedua bola matanya untuk menatap laki-laki itu. Ia berbisik pelan pada dirinya untuk tetap sehat dan tidak mati begitu cepat. "Kau mau membunuhku?".
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NALA 2: The Storm We Called Love
  • Drowning
  • NALA KEENARA [Hiatus]
  • ❬ ✓ ❭ Delusion of Love
  • I'M YOUR WIFE || JAEMIN × GISELLE || [END]
  • Ma Femme || Mark Lee ✅ [Tersedia di Google Play Store]
  • Vira Ayunda[On Going]Revisi✓
  • Candramawa (Completed)
  • Pulchra Tempora
  • Sweet lollipops of love [End] pindah Ke Noveltoon

Nala menjalani pernikahan yang tenang namun sunyi bersama Arka. Di balik butik yang ia bangun, ada luka yang belum sembuh dan kata-kata yang tak pernah sempat diucap. Ketika masa lalu datang mengetuk pintu, apakah cinta yang diam bisa bertahan? Arka bukan laki-laki yang pandai merangkai rasa. Ia mencintai dengan cara yang diam-terlalu diam, hingga Nala sering merasa sendiri dalam kebersamaan. Ia takut menyakiti, tapi tak tahu cara membahagiakan. Lalu Haykal kembali, membawa kenangan yang dulu nyaris menjadi rumah bagi hati Nala. Bersamanya, Nala kembali dihadapkan pada tanya yang tak pernah selesai: Cinta macam apa yang pantas diperjuangkan, yang tenang namun hampa, atau yang pernah patah namun tak pernah benar-benar pergi? - NALA CHAPTER TWO: The Storm We Called Love (Even shattered hearts can hold the softest love)

More details
WpActionLinkContent Guidelines