Saat Kau Pergi

Saat Kau Pergi

  • WpView
    LECTURES 78
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Chapitres 5
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., oct. 31, 2020
WpInfo
Histoires vraies
Di ruang tamu, berkumpul 3 anak remaja yang penuh tanya. *plaaak,plaaak* *bugh,bugh* "brengsekkk bang**t anj***g emang kalian berdua," iqbal yang emosi. Suara tamparan begitu nyaring terlepas dari salah seorang ke 3 anak itu, aldi dan fadli hanya meringis menahan perih di pipi dan ada setitik bercak darah di sudut bibir mereka. "kaliaaaan apa kagak ada malu, ngelakuin perbuatan yang kayak gitu di rumah wawa gua haaah," iqbal yang menurunkan amarahnya. "ssoory bang gua khilaf,,?" fadli menunduk. "khilaf khilaf mata lu soek, gua denger dan liat semalem apa yang lu lakuin di kamar belakang, ama tuh bangsat! apa selama ini kalo kalian di belakang gua dan nginep disini, suka ngelakuin itu,?" iqbal masih menahan emosi. "eeengggak bang!" fadli masih menunduk. "enggak apanya,, jawab ban****t apa jg gua tanya bukan enggak enggak ama diem doank, lu bedua punya mulut kagak an***k?" amarah iqbal makin meluap luap. "baaaang" aldi membuka suara. "apaa lu bang bang, emang gua abang lu, mau ngomong apa lu,?" iqbal menghela nafas.
Tous Droits Réservés
#12
calghifari
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • My Crazy Neighbor (Completed)
  • VALOROUS
  • Ratapan seorang JONES!
  • ALA
  • Perjodohan paksa || jaemnnie
  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • TUBUH GADIS NERD [END]

Cerita dewasa 18+ WAJIB FOLLOW SEBELUM MEMBACA! Revan menghela napasnya gusar. Lelaki itu memilih duduk di teras rumah dan mengselonjorkan kaki nya. "Om? Nih buat Om" Revan menatap permen lolipop di depannya dan menatap si pemberi permen tersebut. "makasih" Ucap Revan mengambil lolipop tersebut. "Om sedih ya disuruh keluar negeri?" Tanya Gaby yang ikut duduk di dekat revan. Gaby dengar semuanya saat Bunda Revan mengomeli lelaki itu. "Bukan cil" balas Revan sendu. "Terus apa?" "Saya sedih karena ayam saya meninggal" Ucap Lelaki itu melahap lolipop nya. Jujur saja dia tidak sedih di pindahkan di luar negeri, dirinya malah senang bisa melihat bule tiap hari. "Om gak punya uang buat beli ayam ya? Caranya dapat uang biar bisa beli ayam lagi gimana?" Tanya Gaby. "Kamu mau bantu saya biar bisa beli ayam?" Tanya revan menaikkan sebelah alisnya. "Mau!, caranya gimana?" Tanya Gaby balik. "Ayok ngelonte" Balas Revan. "Ngelonte itu apa?" Revan memutarkan bola matanya malas "Ngelonte itu dapat duit, bisa bikin tetek kamu gede juga, kamu mau gak?" Tanya Revan. "Mau!" Mendengar jawaban Gaby, langsung saja Revan menggendong bocah tersebut ala karung beras. Gaby teringat jika belum minta izin maka dari itu gadis itu teriak agar Mamahnya yang sedang menyapu mendengar suaranya. "Mah! Aku izin mau pergi sama Om Revan!" Teriak Gaby. "Kemana!" Balas Mamahnya teriak. "Ngelonte Mah!"

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu