Best Part of Me

Best Part of Me

  • WpView
    Reads 12,693
  • WpVote
    Votes 1,489
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 18, 2021
"Itu dia tinggal sama orang tuanya, Le?" Tiwik bertanya sebelum meminum air di botol minumnya. Kami melirik Sule menunggu jawaban. "Kata Budeku dia tinggal sendiri, Gaes. Cuma yang jadi gosipable itu tahu apa?" Kami serentak menggeleng, dianya malah terkekeh jumawa. Lagaknya kayak presenter infotainment gitu. Lagian si Sule pakai nanya yang nggak penting segala. "Mosok kata Budeku dia duda tahu!" Aku melotot tak percaya, yang lainnya jelas sama kagetnya denganku, sebab berdasarkan desas desus gadis kampus Pak Danu ini single kualitas super, gitu. Lah rupanya duda. "Beneran valid itu Le?" Kali ini si Puri yang bertanya. Alamat patah hatilah dia, asal kalian tahu saja dia ini masuk golongan gadis yang kesemsem sama Pak Danu. "Iyalah! Orang Budeku ini teman SMAnya Ibu Pak Danu dulu kok! Jadi jelas valid dong." Tuh mukanya Sule sengak banget. Dia ini emang kalau urusan gosip sama stalking akun sosial media gitu nomor satu. "Duh Bundaku kayaknya nggak mau deh punya mantu duda!" Tiba-tiba Puri berujar dengan pedenya, yang seketika membuat kami menoyor kepalanya. "Halu banget!" Hardik Tiwik. Kira-kira Ibu mau nggak ya punya mantu duda? Duh kok jadi ikutan halu kayak Puri sih! Emangnya Pak Danu mau gitu sama kamu Di?! Muka pas pasan juga! Tapi serius deh Pak Danu ini nggak ada tampang dudanya sama sekali. Masih muda banget. Dulu aja, pas awal-awal beliau di sini, pertama kali ketemu kupikir dia mahasiswa. Aku baru tahu beliau dosen dari Sule. Lagian kalau beliau duda, beliau nikahnya umur berapa dong, berapa lama, apa cuma sebentar nikahnya, kan tahu sendiri untuk orang dengan gelar segitu sepertinya jarang saja sudah menikah di bawah umur 25 tahun. Tuhkan jadi kepikiran, padahal ngapain juga sih dipikirin. *** Update; Jumat - Sabtu
All Rights Reserved
#199
duda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Maura √ (Tamat - Karyakarsa)
  • Dia (Omku) Suamiku (COMPLETED) SEBAGIAN CHAPTERS DIUNPUBLISH YA
  • Yellow Autumn (Sudah Terbit)
  • Kuliah Kok Gitu?
  • IT'S MY FAULT [FIN]
  • Assalamu'alaikum Paris 2 [ End ]
  • Queen Of BAD GIRL ✔(Completed)
  • Jodoh Pilihan Abi
  • Mendadak Nikah [Menikah Dengan Duda] Proses TERBIT
  • Dosen Bucin (Sudah Terbit)

Maura membutuhkan uang untuk menyelesaikan kuliahnya, dimana di dalam benaknya hanya ada satu nama yang bisa membantu. Ya, Andi Pramudia, dosen sekaligus dosen pembimbingnya, pria yang masih lajang di usia yang cukup matang. "Bapak mau gak sama saya?" Andi menatap ke arah mahasiswanya yang duduk berhadapan dengannya. "Maksud kamu?" "Saya mau bapak bantu saya untuk menyelesaikan kuliah ini, dan sebagai gantinya saya siap menjadi pasangan Bapak." "Eh... Saya masih virgin Pak. Jadi Bapak tidak akan dapat bekas." Lanjutnya dengan wajah yang bersemu. "Berapa uang yang kamu butuhkan?" Maura terdiam sejenak sebelum menghitung biaya yang akan ia butuhkan sampai mencari kerja. "Kurang lebih seratus juta Pak." "Oke." Andi Pramudia langsung mengambil ponselnya dan membukanya mobile banking dimana sekian detik uang itu berpindah ke rekening Maura. "Eh Bapak langsung transfer? Aduh Pak." Bunyi notifikasi masuk membuat Maura terkejut, "Bapak serius ini?" Bukan wajah lega yang dipadatkan oleh Maura tapi ketakutan. "Jadi kamu harus siap menjadi pasangan saya, dan lagi lusa saya akan ajak kamu nikah." Ucapan yang membuat Maura terdiam membatu, membayangkan menjadi istri seorang Andi Pramudia. Ya Tuhan apakah ini akan membawanya ke lembar kehidupan yang baru dan bahagia atau sebaliknya? Tbc

More details
WpActionLinkContent Guidelines