We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
RIANI
  • WpView
    Reads 62
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Thu, Aug 27, 2020
WpInfo
Non-Fiction
Tagsstrong
Kau tau rasanya menjadi seorang wanita berkelapala 3 tapi belum menikah? Banyak celaan yang di keluarkan dari mulut orang orang ada di sekitar kita. Kamu tau bagaimana rasanya memiliki seorang kekasih tapi orang tua kekasih tidak merestui karena kamu bukanlah seorang PNS? dan kamu sudah kepala 3 dan tidak memungkinkan untuk punya anak. Bagaimana dengan ku? yang ku alami semua, di cela oleh orang orang karena belum menikah di usia 30 tahun, memiliki seorang kekasih tapi ibu sang kekasih tidak menerima karena aku bukan lah seorang PNS, dan pada akhirnya sebuah rumah tangga yang i ku bangun dengan sang suami walau sang mertua tidak menyukai. Hingga akhirnya banyak rintangan yang Kualami entah ini karma atau kah cobaan yang di berikan tuhan kepadaku. Baca kisah selanjutnya di RIANI yah😊
All Rights Reserved
#449
strong
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku Tak Bisa Memberimu Anak✔
  • mak!!!! aku mau kaweeenn!!!
  • Game of love
  • Rapueenla
  • Hanya Sebagai Ibu Pengganti
  • Istri Atau Sarjana [Tamat]
  • Iparku Mantanku
  • My Wedding Story
  • STAY WITH ME  ( TAMAT )
  • TEKANAN USIA KEPALA TIGA

Menikah muda di umur 17 tahun karena perjodohan adalah hal yang tak pernah terbersit di dalam fikiranku. Aku adalah Zeinida Pratiwi Zahman, gadis desa yang baru saja lulus sekolah menengah atas yang akan melanjutkan kuliah di kota Makassar dengan beasiswa prestasi. Tetapi ayahku memberikan syarat yang sangat aneh, aku harus menikah sebelum melanjutkan kuliah agar ada orang yang menjagaku selama di perantauan. Seiring berjalannya waktu, aku menjadi sangat mencintai suamiku begitupun suamiku juga sangat mencintaiku. Tapi, aku tak bisa memberinya anak. Apakah rumah tangga kami akan bertahan tanpa sosok seorang anak?

More details
WpActionLinkContent Guidelines