Cerita Pendek

Cerita Pendek

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 8, 2020
Tap.. tap.. tap Terdengar langkah seseorang memasuki ruanganku ini. Dadaku bergemuruh hebat, apakah ini adalah akhir dari hidupku? Aku bergerak pelan disamping meja guru. Oh, tidak! Aku membuat meja tergeser dan membuat suara yang terdengar oleh pelaku itu. Aku berlari sekencang-kencangnya menuju pintu. Tapi aku dihadang oleh seseorang lagi, ia memegang pisau yang terlihat sangat tajam. Aku takut, tapi aku harus bersyukur karena ia tidak membawa pistol. Kalau pistol, jelas aku mati tertembak dari jauh.
All Rights Reserved
#267
teror
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Full Of Scratches
  • Teror di SMA Subarashii (The End)
  • Impossible Wish
  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • The Dark Side(END)
  • I Can See You [END]

Jangan lupa vote yaaa! 🤗 Karena dukungan kalian begitu berarti buatku!🤗 ________________________________ Takkan pernah terbayangkan sebelumnya jika kehidupan yang digariskan oleh Tuhan ternyata se-pelik ini. Ia bahkan merasa masalah sangat senang menghinggapi dirinya. Ia hanya bisa berharap akan ada secercah cahaya yang membawa harapannya mengudara bersamaan dengan teka-teki dalam hidupnya dapat terpecahkan. * * * "Saya akan pastikan bahwa seluruh anggota keluargamu akan menanggung akibatnya! Saya bersumpah!!" _ "Manusia mana yang tidak takut mati?" _ "Sebelum pergi, aku hanya ingin mengungkap satu hal agar aku bisa pergi dengan tenang. Hal yang membuatku begitu penasaran setengah mati. Tolong izinkan aku ya tuhan... " _ "Aku hanya ingin tahu kebenaran seperti apa dibaliknya, bukan membuka luka lama. Karena bagaimanapun, luka sudah menjadi teman dalam hidupku sejak kejadian itu. Jadi, meski luka lama itu dibuka atau tidak, aku sudah terluka dengan hebat." _ "Terima kasih telah mengajarkan ku apa arti hidup itu. Aku tidak menyesal dan aku bahagia..." * * *

More details
WpActionLinkContent Guidelines