Depressed

Depressed

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 16, 2020
"kriittt... Dug! " Seketika ia menutup pintu kamarnya, duduk termenung, terbingung apa yang harus ia lakukan selanjutnya... "Hush... Menghela nafas, sembari membuka smartphone canggihnya yang ia genggam, kosong nan sepi tak ada notif apapun. "Bosenin bgt sih idup gw :(... Lagi lagi ia mengeluh dengan rasa sepi nya, lalu bergegas beranjak ke tempat tidurnya, yang nyaman berselimut. Tak lama air mata nya pun menetes, tak ia sadari bantal yg ia tiduri basah oleh tangisnya, terisak disepi nya malam,sembari menyeruput kopi hangat yg tadi ia buat didapur. ~~~~~~~~~~~ Kayla Ananta, Seorang gadis cerdas nan baik hati, namun penyendiri, introvert, dan misterius, Kebiasaanya adalah berhalu, yah berhalu sebelum tidur, berandai andai, berharap hal hal yang ia ingin dan bisa terjadi dikehidupan nyatanya, Musuhnya adalah insecure, overthinking, dan people pleaser. Tak hanya itu ia pun memiliki mental yang cukup membuat orang disekelilingnya kebingungan bahkan keluarganya sekalipun, Apakah aluna cukup mampu mendapatkan kehidupan dan orang-orang yang ia dambakan dalam hidupnya? Entahlah..-
All Rights Reserved
#6
loveself
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kopi & Deadline (On Going)
  • 7 Seconds
  • Kaila's Choice: Stay Or Move On?
  • Amsterdam Girl
  • DEAR ANNETHA
  • Takdir Kalea [Revisi]
  • Let Me Love You Longer
  • Behind The Smile
  • ARIEANNA

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines