My Lil Monster

My Lil Monster

  • WpView
    Reads 483
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 1, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Warning 20+!! *** Bagaimana jika mereka sama-sama bermanipulasi untuk menghancurkan satu sama lain ? "I'll kill her, bukan secara fisik," lelaki bersetelan casual itu tersenyum simetris sambil memandangi foto gadis yang sedang diintainya. "Aku lebih senang jika bisa menghancurkan kewarasannya, membuatnya gila, dan mati dengan sendirinya." Lanjut Damar Medison. Sementara, jauh dari tempat Medison mengatur rencana, gadis dengan rambut pirang dan husky voice sedang mengamati layar Laptop yang menampilkan salah satu private information tentang Damar Medison. Ia menyeringai puas dengan keberhasilannya. "We will meet soon, Mr.Medison. Aku tidak sabar melihatmu tergila-gila padaku. Dan tidak sabar melihatmu hancur di depan mataku."Lirih Dominika Egorova. Tapi selalu saja, diantara dendam dan ambisi, pasti ada nafsu. Dan salah satu pengantar cinta paling prima adalah ketika membawa nafsu dalam benci. Lantas bagaimana Dominika membalaskan dendamnya pada Damar ? Dan akankah Damar berhasil menghancurkan Dominika atau justru terjatuh dalam jebakannya sendiri? You will find the answer, only in this stall! - Karya Orisinil Neraca Dua Lengan
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Let Me In (OPEN PO)
  • I Fellin Love With a Criminal [END √]
  • From Betrayed To love
  • The Secret of A Watchman
  • Someone You Loved [END]
  • Pelayan Sang Tuan
  • Kesempatan Kedua Mengubah Masa Depan
  • R A H A S I A
  • Dark Justice ✓
  • REDLINE FEVER

adult romance story 18+ ∆∆∆ "Kau sudah banyak bicara sekarang hm?" Fire berjalan mendekatinya, sembari melepaskan dasi yang tadi belum terlepas kemudian melemparnya asal. Oxy diam, tidak mundur dan mencoba menghindar. Dia sempat berpikir salah satu cara dia mengetahui segalanya dan terbebas dari semua ini adalah bersikap berani dan tak banyak menentang. Berani dalam artian lebih berani menunjukan ekspresi. Fire sekarang berdiri di hadapannya, tubuhnya yang tinggi menjulang itu berbau musk sialan yang membuat akal sehatnya menipis. "Ya." "Good girl. Dan oh, apa kita sedang bermain twenty one question and answer?" "Tidak. Jawab saja pertanyaanku tuan Fredeix." "Pertanyaan yang mana nyonya Fredeix." Perkataan Fire membuat mata Oxy melotot. Pria brengsek di depannya sudah pandai bercanda rupanya. "Apa perlu aku mengulangi pertanyaanku?" "Permainan ini tidak menyenangkan. Bagaimana kalau kita bermain yang lain. Bermain bibir misalnya." "Aku sedang tidak mengajakmu bermain sialan!!!" "Tapi aku ingin bermain." ∆∆∆ Not for chi ldren under 18. (Mengandung kata kata kasar dan beberapa adegan dewasa, tetapi tidak sampai ke sex scene)

More details
WpActionLinkContent Guidelines