
. . 19.45 petang tepat saat gadis itu mengetahui bahwa dunia sempurnanya telah usai, kehidupan kampusnya yang sempurna dengan segala kebebasan yang Dena miliki, telah berakhir ketika sepasang suami istri yang diperkenalkan sang mama sebagai calon mertuanya serta seorang lelaki bertubuh tinggi dengan wajah dingin dan datarnya. "res cepet siap-siap sekarang, kita udah hampir telat" "emang kita mau kemana ma?" "kerumah calon istri kamu" "apa?" Ares yang dingin akhirnya menunjukkan ekspresinya ketika mendengar jawaban sang mama. Kehidupan itu memilki titik perputarannya sendiri, begitulah yang diyakini oleh Dena dan gadis itu yakin bahwa apa yang ia rasakan kini adalah titik putaran terendah dalam rotasi hidupnya. "gimana ni gue gamau dijodoin" -Sadena Arifa Marthine "sialan, ngapain coba gua dijodoin" -Areswana AlthairTodos os Direitos Reservados
2 capítulos