AT 5 PM

AT 5 PM

  • WpView
    LECTURES 66
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., juil. 29, 2020
Menceritakan tentang seorang gadis SMA yang sering bertemu dengan seorang lelaki yang tidak di kenalinya, di sebuah MRT. Keduanya kerap kali saling menatap satu sama lain. Entah disengaja atau kadang memang di sengaja atas naluri dari diri masing - masing. Tidak ada yang pernah berani memulai untuk berbicara satu sama lain. Tidak pula, ada yang berani mendekat. Keduanya selalu duduk bersebrangan. Hingga, suatu hari perempuan tersebut tidak melihat batang hidungnya. Tapi, ia menemuka sebuah Stick Note di kursi yang biasa ia duduki. Bertuliskan,"Gedung B, Jam 5 sore."
Tous Droits Réservés
#886
nonfiction
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • That Feeling When - Lee Heeseung
  • SKRIPSUIT  ✔
  • Unwelcome Neighbor ft Lee Heeseung of Enhypen [COMPLETED]
  • implicit : it's just you and me
  • Yang hilang Tak pernah sama
  • Rektor Tengil Menyebalkan
  • Sticky Note [TERBIT]✅
  • MY SENIOR IS MY HUSBAND
  • Unwritten Chapter

Atha dan Harsa-dua nama yang pernah tak terpisahkan. Sejak masa SMP, Atha selalu ada di setiap langkah Harsa. Ia adalah pendengar setia, penghibur di saat-saat gelap, dan penjaga rahasia perasaannya sendiri. Namun hidup punya caranya memisahkan dua hati yang saling mengenal terlalu baik. Tanpa pamit, Atha menghilang, meninggalkan Harsa hanya dengan ingatan yang samar namun tak pernah benar-benar pudar. Tiga tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali di bawah langit yang sama-kali ini di lingkungan kampus. Tapi segalanya berbeda. Atha memilih berdiri di kejauhan, mengamati tanpa suara, sementara Harsa, yang kini berdiri di atas panggung musik, mulai merasakan kekosongan yang tak bisa diisi oleh siapa pun selain... dirinya. Perlahan, masa lalu yang terkubur mulai menguak. Rasa yang dipendam mulai menuntut untuk diakui. Dan di antara denting gitar, tawa yang tertahan, dan tatapan yang terlalu lama terjebak, Atha dan Harsa harus menjawab satu pertanyaan: berani kah mereka memberi kesempatan kedua pada sesuatu yang tak pernah benar-benar berakhir? -Jakarta, 8 Februari 2025-

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu