We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Arkana

Arkana

  • WpView
    Reads 1,124
  • WpVote
    Votes 157
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 15, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Sebuah cinta yang ditakdirkan untuk menerima apa adanya, cinta yang tulus tidak memandang fisik, dan datang dari hati tidak bisa dijelaskan lewat logika. Sebuah perbedaan yang ditakdirkan untuk menerima apa adanya dan saling melengkapi yang menghadirkan sebuah cinta yang tulus. Arkana Wistara atau yang akrab dipanggil Arkan itu adalah lelaki yang terlahir tidak sempurna dikarenakan mengalami cacat dibagian satu matanya. Arkan adalah pribadi yang dingin dan tertutup meskipun begitu Arkan anak yang pandai dia juga tinggi dan cukup ganteng dia suka sekali membaca buku karenanya dia dikenal sebagai kutu buku, Arkan kini berusia 16 tahun dan dia akan masuk sekolah SMA yang cukup populer di daerah Bandung. Lantas bagaimana Arkan dipertemukan dengan gadis yang ditakdirkan untuk bisa menerima apa adanya dan saling melengkapi yang akan menghadirkan cinta yang tulus?
All Rights Reserved
#692
cintasma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Possesive Playboy
  • ARSENALA
  • A R K A N A
  • ARGA [Completed]
  • Zeefazka
  • Can I Call You Mine?
  • CINTA DI LANGIT DUA ARAH (END)
  • Tentang Seseorang
  • Bad-Boy (Complete)

PINDAH KE FIZZO DENGAN JUDUL YANG SAMA Nareshta Ravaleon Arkana, si tampan populer di SMA Ganesha. Playboy sejati yang tak pernah kehabisan daftar nama cewek untuk ditaklukkan. Baginya, cinta adalah permainan dan perempuan hanyalah selingan. Semua bisa datang dan pergi ... kecuali satu. Askara Renaffea, sahabat sekaligus satu-satunya cewek yang tak pernah bisa ia sentuh sepenuhnya, tapi juga tak sanggup ia lepaskan. Kara adalah tempat Naresh pulang tanpa pernah diberi kepastian. Ia satu-satunya yang membuat Naresh memiliki rasa peduli bahkan posesif. Tapi perhatian itu nyatanya bukan anugerah melainkan jerat tak kasat mata. Kara terjebak di antara harapan dan kenyataan yang tak pernah berpihak. Naresh tak pernah bilang cinta. Tapi tak rela melihat Kara dimiliki orang lain. "Lo suka sama gue?" tanya Kara. " Nggak! Tapi lo tetep punya gue!" "Lo egois, Resh."

More details
WpActionLinkContent Guidelines