DIIKAT SAJAK KENANGAN

DIIKAT SAJAK KENANGAN

  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 4, 2020
WpInfo
Poetry
Sinopsis: Kehidupan manusia di dunia tidak luput dari masa lalu ataupun kenangan. Dari berbagai macam kenangan bahagia dan sukacita maupun kenangan haru dan pilu. Kenangan adalah kesan yang selalu ada di dalam ingatan, dalam ruang memori terhadap suatu peristiwa yang telah kita lalui. Kumpulan sajak yang dipadukan dalam satu buku berjudul "Diikat sajak kenangan", merupakan perwakilan dari berbagai kenangan yang penulis tuangkan dalam tinta tulisan. Sebagai bentuk kenang-kenangan dan hal yang mengikat pribadi atas peristiwa yang telah terjadi. Diikat oleh kenangan bukan berarti diri menjadi terkungkung pada kenangan yang mungkin menghantui, namun kenangan lebih kepada nikmat yang pernah setiap manusia lalui untuk rasa berkah yang dirasakan saat ini. Manusia diikat oleh kenangan sebab ia berhak belajar dan menjadikannya pelajaran untuk memilih kualitas hidup sesuai standar dan prinsipnya secara pribadi. Maka kenangan adalah tawa dan luka. Membekas. Bekas sebagai tanda ingat bukan lupa.
All Rights Reserved
#47
sajakkata
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senandika : Titik Temu
  • The Spaces Between Our Words (TAMAT)
  • Pendekar Dari Pajajaran
  • SAJAK TUK R
  • Semua Yang Sirna
  • Kepada Rindu Yang Semestinya
  • Arsa senja dan kenangan bersamamu

Arkana hanya berniat pulang kerja seperti biasa, hingga pertemuannya dengan seorang perempuan di kereta mengubah segalanya. Alira, dengan tatapan hangat dan senyuman penuh rahasia, datang dan pergi seperti mimpi yang belum sempat diingat. Namun takdir belum selesai bicara. Ketika Alira menghilang tanpa jejak, Arkana tenggelam dalam penantian panjang yang dipenuhi tanya. Tapi hidup terus berlanjut, dengan kafe yang jadi tempat berlindung, teman-teman yang konyol sekaligus tulus, hingga secercah harapan yang muncul dari potongan petunjuk yang berserakan. Senandika bukan sekadar kisah cinta dua insan. Ini adalah cerita tentang kehilangan, harapan, keluarga, dan keberanian untuk mencintai meski luka belum sembuh sepenuhnya. Dan ketika mereka bertemu kembali, apakah cinta masih tinggal di antara jeda waktu?

More details
WpActionLinkContent Guidelines