100 days with you

100 days with you

  • WpView
    Reads 133
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 12, 2021
"Kita mempunyai 100 saja sampai kau pergi. Jujur saja, ini sangat menakutkan. Ketika kamu tiada apa aku akan melupakanmu begitu saja? Katakan apa yang harus kulakukan?!" "Hei, kenapa kamu tersiksa saat melupakanku, apa semenyakitkan itu? Bukankah beruntung jika kamu melupakanku?" "Tidak, itu sangat menyakitkan. Dengan mudahnya aku melupakan 100 hari yang kita jalani, 100 hari aku melupakanmu, dan 100 hari pula aku jatuh cinta kepadamu. Namun ketika kamu pergi, apa aku akan melupakanmu untuk yang terakhir kalinya? Apa aku akan tetap jatuh cinta lagi kepadamu meskipun kamu pergi? Jadi, katakan kepadaku apa yang harus kulakukan?!"
All Rights Reserved
#310
friendzone
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Everything Happens for a Reason
  • Remember I LOVE U
  • Arti Sebuah Rasa [ THE END ]
  • FORGOTTEN PROMISE
  • Be MINE
  • My for You Forever
  • AMERTA : The Last Embrace
  • Seraphine

Segalanya terjadi begitu cepat. Otakku belum bisa bekerja maksimal untuk mengerti apa yang sedang terjadi. Kalau saja aku tahu hal ini akan terjadi, aku akan menggunakan waktuku sebaik - baiknya. Aku akan mengukir kenangan terbaik bersamanya. Aku akan berada di sisinya di saat - saat terakhirnya. Mengapa ini terjadi begitu cepat? Aku masih sulit mencerna apa yang terjadi. Aku bertemu dengannya seperti baru kemarin saja. Bersama dengannya membuat waktu seolah - olah berhenti. Membuatku tidak bisa memikirkan apa - apa selain kebersamaanku dengannya. Itu sungguh menyenangkan. Rasanya aku ingin membunuh waktu agar waktu tidak berjalan dan aku dapat terus bersamanya. Sekarang, kebersamaan itu hilang begitu saja. Lenyap ditelan bumi. Andai aku mempunyai mesin waktu, aku tidak akan membiarkan hal ini menimpa dirinya. Aku tidak mau kehilangan dirinya. Waktu. Sekarang aku jadi membenci waktu. Mengapa waktu tidak bisa memberi pertanda bahwa sesuatu akan terjadi? Mengapa waktu terus berjalan begitu saja tanpa memikirkan perasaan orang lain? Perasaanku. Semua hal yang kupercaya berbalik menentangku. Aku tidak tahu apa yang harus kupercayai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines