Sajak Dalam Kulkas

Sajak Dalam Kulkas

  • WpView
    Reads 186
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 9, 2020
WpInfo
Poetry
Sajak-sajak dalam kulkas adalah kumpulan puisi yg mudah di cerna bagi pemula.(karena penulisnya juga masih pemula). Sajak-sajaknya Reman tapi nampak segar sehingga bisa saja membuat jatuh cinta pada pembaca. bukankah itu tujuan utama puisi: menyentuh hati para pembaca atau merasakan puisinya menceritakan dirinya dan pengalamannya. Apabila ada kesamaan nama dan tempat dalam sajak-sajak ini. itu sebuah unsur kebetulan belaka saja. Apabila ada kesalahan dalam puisi atau sesuatu yg harus di perbaiki tolong kirim pesan Gmail saya: umarakbar00@gmail.com
All Rights Reserved
#278
humoris
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Together
  • VIO RA
  • FAR (Saat Kau meninggalkanku)
  • Sekumpulan Sajak yang Berkisah
  • KEYLA
  • Asmaraloka yang Bertahta
  • P E R N A H
  • Sajak Rasa Tentangnya Yang Istimewa
Together

"Dia tuh, cuma keliatan kuat di luarnya doang. Dalemnya mah sebenernya berantakan. Mata ketawanya dia, bahkan jauh lebih menyakitkan dari airmatanya. Dia sebenernya cuma pura-pura baik-baik aja. Sebenernya mah, rapuh dan hancur. Karena ngerasa gak ada orang yang bisa mengerti apa yang udah dilaluinya, dia memilih jalan ini. Memendam semuanya sendiri. Padahal, pengen banget berbagi. Bisa ngeliat dia ketawa mah, di depan orang-orang aja. Aslinya, dia sering nangis sendirian. Tiap malem, di kamar mandi, di kamar, di mana pun dia bisa menangis, dia pasti bakal nangis. Karena, beban yang dia punya sekarang, terlalu banyak buat dipikul. Dia udah bilang kok kalo dia mau nyerah. Iya, nyerah sama hidupnya. Tapi, Tuhan masih bilang,"Jalan terus." Dia tuh capek tau. Dia sering ngeluh, cuma orang-orang gak pernah tau aja. Dia bisa memanipulasi emosinya dari yang abis nangis tersedu-sedu, langsung berubah jadi senyum menawan. Iya, itu keahliannya. Dia ahli dalam hal apapun, tapi dia gak ahli buat melawan. Dia tuh lemah. Kalo ada yang bilang dia kuat, iya itu di depan orang doang. Aslinya mah, suka banget gelosoran di lantai sambil nangis. Kalian gak tau aja. Iyalah kalian gak tau, dia kan gak pernah nunjukkin kelemahannya di depan orang. Yang dia pengen, orang taunya dia baik-baik aja. Padahal mah tiap hari yang ada di otaknya gimana caranya mati tapi gak sakit. Kalian gak tau aja...." - Author

More details
WpActionLinkContent Guidelines