Sketsa Rasa

Sketsa Rasa

  • WpView
    LECTURAS 44
  • WpVote
    Votos 9
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, mar 20, 2022
"Aku tidak ingin menikah! Jangan singgung soal itu!" *** Bagi Yasmine, pernikahan merupakan sandiwara dengan serpihan luka di akhir cerita. Trauma masa lalu menyebabkan dia enggan mengenal cinta. Bahkan, telah memutuskan untuk hidup tanpa pasangan. Namun, pertemuan dengan seorang fotografer membawanya pada sebuah rahasia besar. Sanggupkah Yasmine tetap mempertahankan prinsip yang selalu dipegang teguh olehnya?
Todos los derechos reservados
#345
bencijadicinta
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • KARAFERNELIA
  • Tetesan Air Mata Surga [SEGERA TERBIT]
  • ARSENIO (END)
  • Between Love And Trust
  • Married is scary [Sanwoo]
  • Sesama Santri LH [TERBIT]
  • Behind Our Eyes
  • dream
  • A Snowy Winter

Cerita ini menggambarkan perjalanan emosional Bryan dan Alesha serta dampaknya pada anak-anak mereka, menggambarkan kebahagiaan di tengah kesedihan dan harapan untuk masa depan. .... Raka berdiri di tengah kamar, wajahnya merah dan napasnya memburu. "Lu mending keluar dari kamar gue sekarang juga! Lu cuma ganggu gue, tau nggak? Bicara yang penting-penting aja, jangan cuman bikin ribut!" ujarnya dengan emosi memuncak. Bian, yang sudah lelah dengan suasana tegang, menjawab dengan nada kesal, "Biasa aja napa sih? Iya, iya, gue keluar. Gue nggak akan ganggu lo lagi." Dengan geram, Bian membuka pintu dengan keras dan menutupnya sampai bergetar. Kamar itu kini hening. Raka berdiri diam, meresapi kesunyian yang menggigit. Di sudut kamar, dia membiarkan air mata menetes perlahan, wajahnya tersembunyi di balik tangan. Dalam isak tangisnya, dia berbisik, "Gue nggak benci, gue cuma kangen. Gue pengen banget ngerasain pelukan dari sosok ayah, tapi dia udah punya keluarga sendiri, jadi gue nggak bisa ganggu dia." Raka merasa frustasi dan terpuruk, merasakan setiap detik beratnya kepergian dan kekosongan yang ditinggalkan. Seperti jejak langkah yang meninggalkan bekas, kenangan itu terus menghantui dan menyisakan luka dalam hati.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido