" Bumi yang Merindu Langit "

" Bumi yang Merindu Langit "

  • WpView
    Reads 476
  • WpVote
    Votes 45
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 15, 2020
"Jika dengan menutup mata aku dapat melihatmu Aku akan menutup mata selamanya Biarkan aku mengikutimu Berjalan bersama ke tempat yang berbeda" Bagaimana jika seseorang yang berharga bagimu tiba-tiba menghilang begitu saja? Bagaimana jika ia tidak pernah datang untuk menemuimu lagi? Apa kamu akan tetap menanti atau berhenti? *** Disinilah masalah baru akan dimulai. Masalah terberat dalam hidup Ana. Ketika ia harus meneruskan impian ayahnya menjadi seorang penulis namun ia terjebak dalam rasa takutnya sendiri. Kehilangan seseorang yang sangat ia cintai membuat Ana begitu terpuruk dan meragukan keyakinannya untuk menjadi seorang penulis. Akankah Ana dapat mewujudkan impian ayahnya? Mungkinkah seseorang yang dinanti akan kembali? 🥀
All Rights Reserved
#377
penulis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • CINA-CINTAKU (SELESAI)
  • [1] Salah Khitbah [TAMAT] ✔️
  • KHITBAH KEDUA [Telah Terbit]
  • SURVIVED BECAUSE OF LOVE
  • [DSS 1] Dear Allah [Tamat di KBM App]
  • The Blooming Lady [completed]
  • Saat Cinta Tak Terucap

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines