Day With You

Day With You

  • WpView
    Leituras 33
  • WpVote
    Votos 8
  • WpPart
    Capítulos 3
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, jul 24, 2020
"saya mengenal kamu sejak kamu pertama kali datang ke Restauran saya, Melamarkan diri kamu sebagai waiters" ucap laki-laki di depan wanita berhijab cantik di hadapannya itu. "Maksud bapak apa ya? Selama saya bekerja di sini saya baru bertemu bapak baru-baru ini.. lalu bagaimana bisa bapak mengenal saya?" Tanya wanita itu terkejut dan agak takut di pandang tajam laki-laki di depannya itu. "Apa yang tidak saya bisa?" Balas laki-laki itu menggenggam erat kedua tangan wanita yang nampak bergetar itu. "Bahkan memiliki kamu pun bagi saya itu bukan hal sulit" ucap laki-laki itu tersenyum. Wanita itu benar-benar terkejut. "Saya.. mencintai kamu raya, menikahlah dengan saya" wajah laki-laki itu nampak serius, berbeda dari biasanya yang tajam, keras dan arogan. Day With You
Todos os Direitos Reservados
#601
trending
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • Langkah Seiring (END+EXTRA PART)
  • Orang Ketiga
  • Beautiful Sunset
  • Dear Mia
  • Don't call it love!
  • Unplanned marriage
  • Celemek Cinta Maryana
  • Choose You - PINDAH KE DREAME

Menikah dengan bapak-bapak? Siapa takut!! Felisa Anindira, gadis berusia 18 tahun itu tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan naksir dengan seorang Arvin Bisma Pradipta yang tak lain adalah sahabat Ayahnya. Awalnya dia hanya merasa kagum pada sosok pria dewasa itu, pribadinya, kecerdasannya dan cara bicaranya sangat merepotkan untuk hatinya. Felisa jatuh cinta pada sosok Arvin setelah pria itu membantu menyelesaikan kasus penjebakan Kakaknya. "Pak, nikah sama saya yuk?" "Berhenti bercanda, anak kecil kuliah saja yang benar." sahut Pak Arvin acuh. "Pak, saya suka sama bapak tau, jadi suami saya mau gak?" tanya Felisa dengan mata berbinar. "Saya sudah punya calon istri." Balas Pak Arvin. "Saya santet calonnya boleh, gak, pak? Biar bapak nikah sama saya aja?" ujar Felisa semakin menjadi. "Terserah kamu, lah." pasrah Arvin yang tidak tau harus bagaimana berbicara dengan putri bungsu sahabatnya. (Ini mungkin halu yg gak jelas bgt, tapi aku harap kalian mau voment ya hehe) Mau happyend atau sadend?

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo