Serengkuh Ringkih

Serengkuh Ringkih

  • WpView
    Reads 81
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 17, 2020
WpInfo
Non-Fiction
Tak ada anak-anak yang tak pernah memejamkan matanya sambil menahan ringis, tak ada anak-anak yang tak pernah tumbuh sambil menyesap tangis. Dunia sudah keras sejak manusia mengintip bumi dari celah pusar ibunya. Saatnya kini kita peluk segaris tipis dari cermin-cermin yang bercerita tentang betapa ringkihnya tapak mereka. Tentang sekelumit dunia cilik yang tak selalu dirajut dengan apik.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sudut Luka Nazea
  • Life And Love
  • Natio Family
  • Midwest Princess
  • ALRIN
  • »The Love Behind Secrets!
  • tak dianggap keluarga
  • Permainan Takdir [TAMAT]
  • Antheric

"ketakutan terbesar seorang anak adalah perpisahan orang tuanya. Kehilangan mama dan papa sama halnya dengan kehilangan seluruh napas. Enggak ada mama sama papa rasanya sunyi dan hampa, rasanya berkali-kali lipat lebih sakit dari apapun. Dunia juga terasa sudah tidak berarti." ~Queenza Nazea Azalea ˚₊‧꒰ა☁️☁️☁️໒꒱ ‧₊˚ Di ajarkan melangkah, meski tertatih-tatih dan berujung jatuh. Di latih menapaki tangga meski berulang kali terhenti karna lelah. Bagi nazea, hal yang paling menyedihkan adalah ketika dihadapkan dengan kehancuran keluarga. Nazea benci perpisahan. Karena nazea tidak suka di tinggalkan. Nazea benci sendirian, karena nazea kesepian. Namun, apa yang sudah retak, akan tetap pecah. Pada akhirnya, meskipun nazea tidak suka, nazea harus menerima. Ada yang mengangkat tangan tinggi-tinggi seraya menjerit tak sanggup, ada yang menyembunyikan kepedihan sekuat mungkin sembari terus menerus mengulas senyum. Karena hanya diperuntukkan dua pilihan, bertahan atau menyerah? Atau lebih tepatnya, mampukah berdiri di atas ubin keikhlasan? "lagi, dunia kembali mempermainkan hidupku. Namun, sampai kapan?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines