Imamku Mr. BK

Imamku Mr. BK

  • WpView
    Reads 410
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 20, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Az Zahra Bella Lourent adalah siswi MAN 1 Jombang yang duduk di kelas XI IPA 1. Karena prestasi dan wajah yang menawan, ia digandrungi oleh bamyak kaum adam di madrasahnya. Orang spesial yang sempat mencuri hatinya, yang tak lain dan tak bukan adalah kakak kelasnya yang baru saja lulus dan mendapat SNMPTN UNESA tahun ini mampu membuatnya sempat gagal move on. Walaupun hanya sebatas dekat dan bukan pacar, ada rasa tak rela jika ditinggalkan. Bahkan ia digadang-gadang menjadi imamnya kelak. Hingga akhirnya guru BK baru sempat mencuri perhatiannya. Menguapkan rasa pada sang kakak kelas. Memunculkan getaran baru di benaknya. Apakah usaha move on nya berhasil dan guru BK itu adalah imamnya kelak?
All Rights Reserved
#728
impian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mendadak Ipar
  • IMAMKU | Proses Revisi |
  • Qadarul Hubb
  • School Scandal ✓
  • FOLLOW ME (AZMI ASKANDAR)selesai 1√
  • Di Antara Keyakinan
  • You and I
  • ELFATHAN
  • Bersama imamku
  • Cerita Kami (Satu)

(18+) Marriage Life. Nggak ada adegan berbahaya, tapi banyak jokes dewasa. ------- Spin-off dari "Mendadak Mama". Tapi kalian nggak harus baca MM dulu untuk paham cerita ini. ------- Iqbal Sya'bani (Iqbal). Dosen fakultas teknik yang brillian, tampan, mapan, mendadak jatuh cinta pada Luli, adik perempuan sahabatnya. Salah satu mahasiswi, yang jauh dari kata istimewa. Zulfa Nurulita (Luli). Sebenarnya dia istimewa. Dia hanya lemot. Eh bukan! Dia hanya tak istimewa dalam kemampuannya menguasai mata kuliah. Oh ya, satu lagi, wajahnya juga biasa saja. Ah, ini sih akan mudah. But, wait ..., mungkin saja kalian salah! *** "Jadi, apakah kamu menerima lamaran saya, Zulfa?" "Maaf. Belum, Pak." "Alhamdulillah." "Kok Alhamdulillah?" "Karena jawabanmu 'belum', bukan 'tidak', minimal masih ada harapan buat saya." *** Akankah harapan Iqbal menjadi nyata? Atau justru berakhir dengan tangan hampa? ------ Pecinta Fikar-Nara wajib baca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines