Acoso and Love

Acoso and Love

  • WpView
    Reads 182
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 25, 2020
Aku memilih untuk mengambil bagian, hatiku layak untuk dipertaruhkan. Namun, saat rasa dan asa terhalang oleh keadaan? Apa yang bisa kulakukan? Seonggok hati yang memilih pergi walau raga ingin memiliki. Saat aku mulai menjatuhkan diri dan perasaan ini kepadamu, aku lupa bahwa yang dianggkat terlalu tinggi bisa dijatuhkan se jatuh-jatuhnya Tapi tenang, hari kan berganti, waktu kan berlalu. Kita lihat apa yang telah direncanakan Tuhan.
All Rights Reserved
#29
archer
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • The Green Sketchbook [END]
  • MY BEST MISTAKE
  • Cempaka Terakhir ✔
  • Let me choose [TERBIT]
  • Si Sabes (IYK 1)
  • My Second Life (Completed)
  • Regrets of Love
  • Jejak
  • BENUA

"Aku nggak mau ngerasain mentalku kembali hancur berantakan hingga rasanya hampir mati hanya karena cinta. Itu sebabnya, aku selalu takut untuk jatuh hati lagi." Ya, Ditha Aquila selalu takut kembali dibuat terluka sampai tak sadar bahwa ia sudah jadi sumber luka bagi Juna Pradirga. Lihatlah pada kebodohan yang ia buat. Takut ditinggal pergi, tetapi menomorsatukan ego dan gengsi. Ingin diyakinkan, tetapi tak pernah memberi kepercayaan. Mengharapkan yang serius, tetapi memutuskan hidup dalam hubungan tanpa status. Lebih dari ketakutannya untuk kembali dilukai, Ditha percaya bahwa orang yang mentalnya tidak stabil memang tak pantas untuk dicintai. Sebab, bagaimana caranya ia mencintai raga yang lain saat dirinya sendiri masih seringkali ia sakiti? Biar aku bertanya, apa yang akan kau putuskan jika seseorang datang pada saat luka masa lalumu belum sepenuhnya hilang? Memilih menerimanya? Atau justru, menolak kehadirannya dengan dalih sakit hatimu yang belum pulih? Keduanya sama-sama berisiko. Namun, kita selalu bisa memilih, risiko mana yang akan kita ambil. "Dan salah satu cara paling mudah untuk mencintai diri sendiri adalah dengan berhenti sejenak mencintai orang lain." PERINGATAN ⚠ Cerita ini bertemakan mental health. Pada beberapa part mengandung konten sensitif seperti adegan kekerasan fisik, self harm, hopeless, trust issues, dan suicidal thoughts. Publish : 1/09/2021 - 25/12/2021 Revisi [ New version ] : 19/02/2023 - Rank : #2 in puisi [04/10/22] #3 in quotes [30/11/23] #1 toxic relationship [31/07/22] #1 trustissue [28/08/22] #1 loveyourself [09/08/22]

More details
WpActionLinkContent Guidelines