Jeremba Asmaraloka

Jeremba Asmaraloka

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 17, 2020
Ana seorang gadis desa yang lugu, sederhana dan sangat menyayangi keluarganya. Akan tetapi, kesulitan perekonomian membuat dia harus berhenti dari dunia pendidikan. Beruntung ia ditawarkan untuk menimba ilmu di pesantren, saat di pesantren ia disukai oleh anak pemilik pesantren, Gus Apta yang terkenal tampan dan supel kepada semua orang. Walaupun, Apta seorang yang pengecut dalam hal cinta, tapi sangat bertanggung jawab. Namun, Ana tak memiliki perasaan karena ingin menuntut ilmu agama dengan sungguh-sungguh, agar bisa membahagiakan ke dua orang tuanya. Kejadian itu membuat rasa iri para santriwati yang sangat menyukai Gus Apta. Lalu apa yang membuat Ana pada akhirnya memilih meninggalkan pesantren. Masa sulit bukan hanya sampai di situ. Saat Ana mulai memutuskan meninggalkan pondok pesantren, sakit yang diderita Ayahnya semakin parah dan berakhir dengan embusan napas terakhirnya. Perekonomian Ana yang pelik, semakin tak karuan setelah sepeninggal Ayahnya. Lalu Akankah kesulitan Ana membuatnya menyerah. Sementara seorang pemuda yang tak dia kenal, mencoba untuk lebih dekat dengannya dan berakhir dengan pernikahan. Siapa pemuda tersebut, kenapa Ana lebih memilihnya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝐏𝐞𝐫𝐣𝐚𝐥𝐚𝐧𝐚𝐧 𝐌𝐞𝐧𝐮𝐣𝐮 𝐊𝐞𝐛𝐚𝐡𝐚𝐠𝐢𝐚𝐚𝐧
  • Destiny
  • Rahasia Dibalik Akad
  • Mubayyin [On Going]
  • I Love Gus (OPEN PO)
  • Santri Cool
  • Embrace again, Arnan

Ameera, seorang gadis muda yang tengah menapaki jalan hijrah, bertemu dengan Gus Zayyan, seorang Gus muda yang tampan, bijak, dan berilmu. Meskipun berasal dari latar belakang yang sangat berbeda, keduanya dipertemukan oleh kecintaan yang sama terhadap agama dan keinginan untuk terus memperbaiki diri. Seiring berjalannya waktu, benih-benih cinta tumbuh di antara mereka, cinta yang tidak hanya bersandar pada perasaan, tetapi juga pada nilai-nilai keimanan. Namun, jalan cinta mereka tidak selalu mulus. Berbagai konflik dan rintangan datang silih berganti, menguji ketulusan dan keteguhan hati mereka. Mampukah cinta yang berlandaskan iman itu bertahan menghadapi semua ujian?

More details
WpActionLinkContent Guidelines