JEDA
Luna hanya ingin hidup biasa-tertawa bersama sahabat, belajar mengejar mimpi, dan diam-diam menaruh harap pada seseorang yang tak pernah benar-benar pergi. Namun hidup tak pernah benar-benar sederhana. Ada perasaan yang tak sempat diucap, pilihan yang terlalu cepat dibuat, dan luka yang tak bisa dihindari.
Di antara ramai yang membungkam, Luna belajar menerima jeda. Bukan untuk menyerah, tapi untuk menata. Karena tak semua kisah harus dimiliki. Kadang, cukup dikenang... dan dikenali sebagai bagian terindah dari yang pernah ada.
Jeda adalah kisah tentang kehilangan yang manis, harapan yang patah, dan keberanian seorang gadis untuk tetap melangkah-meski hati tak lagi utuh.