Pacar Kontrak

Pacar Kontrak

  • WpView
    LETTURE 19,217
  • WpVote
    Voti 2,251
  • WpPart
    Parti 16
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione mar, ott 13, 2020
Gimana sih rasanya mergokin cowok lo ngasih bunga ke cewek lain padahal dua hari lagi aniversary ke dua tahun kalian?. Gimana rasanya lo diputisin di depan semua orang di lobi gedung fakultas lo, padahal lo yang seharusnya buang dia kayak sampah?. Gimana kalau lo diputisin dengan alasan yang ga masuk akal dan berlagak kalau dia lah yang jadi korban?. Dan gimana rasanya kalau semua orang ngedukung perselingkuhan cowok lo dan mandang seakan akan lo yang udah bikin kesalahan fatal?. Kisah apes itu, dialami oleh Shiren. Mahasiswa Biologi semester empat yang berakhir menjadi bahan gosip seluruh kampus berkat satu akun Instagram bernama Bulletin kampus. Ini juga tentang Arlan si manusia tanpa mulut yang menyembunyikan sejuta pesona di balik wajah datarnya. Serta kisah berbagai bumbu dari mereka para anak 'ikan lele'. (Ikantan lelaki lucu dan kece).
Tutti i diritti riservati
#320
ten
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Reynand & Joya | END
  • Been Through by Rin
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • Dating Demi Gengsi
  • MARVELLA QISYA [ End ]
  • ALTARSYA
  • 41 HARI
  • BETTER THAN THIS - TERBIT (Seri Pertama Always)
  • Der Erste [TaeRin]✔
  • Extraordinary YOU ✔️

Follow sebelum baca yuk, untuk mengikuti ceritanya. #645 dalam TEEN FICTION-11/3/2018 #961 dalam TEEN FICTION-9/2/2018 "Kuda poni! Dasar jelek, sinting, kutu kupret, tai lo. Maju sini, gue telen lo hidup-hidup!" teriak Joya mengerahkan semua kekesalannya. Ia bersumpah serapah tanpa berpikir mengampuni orang yang sudah membuat hidupnya sengsara. "Nggak usah teriak-teriak, gue di sini." Suara orang tersebut berada di atas pohon dekat parkiran. Reflek, kedua gadis itu menengadah, menatap pemuda nakal yang nangkring di atas sana. "Turun lo!" perintah Joya seraya berkacak pinggang. "Mau apa? Mau cium gue, ya? Idih nakal." Pemuda itu malah membuat Joya semakin kesal. Ocehannya selalu saja ampuh membuat hari-hari gadis itu semakin runyam. "Najis. Mati aja lo, pengecut!" Joya masih kesal, sehingga kata-kata yang keluar dari mulutnya begitu tidak terkontrol. "Kurang banyak sih, 'kan cuma kempes, nggak sampai penyok." Rutinitas nakalmu berujung terbiasa. Kalo pengen tau terutama Baca selengkapnya ya..... (Di larang mengutip atau menjiplak sebagian/keseluruhan cerita ini tanpa izin)

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti