PSIKO
  • WpView
    Reads 193
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 8, 2021
Ruang gelap di pojok ruangan sekolah. ku bertemu, Psiko. Kau apa? bayangan ataukah jiwa tanpa raga. Kau pembantuku atau pembawa petaka ku? Jawabannya hanya Arka yang tahu. ~~ Hargailah orang yang ada di dekatmu saat ini Karena kita tak tahu, apakah esok ia akan tetap ada didekat kita. Hargailah orang yang baik Karena orang baik pun tahu batas kesabaran Mungkin bisa sekarang ia terus menerima Bagaimana bila esok ia membalasmu lebih kejam Jangan suka meremehkan Bisa saja sekarang ia lemah dan kau bisa semena mena menindasnya. Dan bagaimana bila orang yang kau remehkan bisa melampaui mu dan kemudian ia baik padamu. Apakah kau tak malu dan menyesal telah menindasnya? Jawabannya ada di dirimu.
All Rights Reserved
#13
syira
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Empty | 00L NCT Dream
  • God's Surprise ( Slow Update )
  • Effect Of Reject (END)
  • DUA NAMA DALAM DOA || SEASON 1
  • FEARLESS || JAYISA
  • Broken melodies
  • Waktu?
  • Soft After Storm

Di panti asuhan adalah hal yang bahagia untuk mereka. Byan yang tidak tau keberadaan kedua orang tuanya dan hanya di nafkahi oleh kakek dan neneknya yang sedang mengurus perusahaan di luar kota bahkan luar negeri, Arlen yang jarang bisa merasakan kehangatannya sebuah keluarga dan hanya bisa merasakannya saat runtuh atau berhasil, Galih yang merupakan anak dari ibu dan bapak dari panti asuhan dan merupakan anak tunggal, dan yang terakhir adalah Juna yang tidak tau arti kehangatan keluarga sebenarnya itu apa. Punya banyak teman, punya adik-adik asuh, juga bertemu dengan banyak orang tua yang terpaksa menitipkan anaknya ke panti untuk urusan di luar kota bahkan ada yang sampai di luar negara. Bagi Byan, bertemu dengan teman-temannya adalah keberkahan sesungguhnya. Kalau ada yang mau merawatnya pun, dia tak butuh. yang di butuhkan adalah tiga sahabat nya. Mereka sudah saling bergantung satu sama lain. Bahkan kalau bisa, Byan menyerahkan hidupnya demi kebahagiaan sahabatnya. "Sahabat gue harus tau rasanya kebahagiaan." -Byan "Kita itu satu. Kita tetap kita. Empat tetap empat. Ga kurang, ga lebih." -Arlen "Yang gue butuh itu kalian. Gue butuhnya kalian. Selain kalian, ga ada lagi!" -Galih "Dari kecil bareng, sedih bareng, main bareng, nangis pun bareng. Makan aja kadang bareng. Kalau mati? gue sendiri aja. Lo semua bahagia aja dulu, ya?" -Juna [100% FICTION] [Friendship] [Harsh words]

More details
WpActionLinkContent Guidelines