Self Change

Self Change

  • WpView
    Reads 73
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Sun, Jul 19, 2020
Perubahan adalah sebuah keadaan dimana kita mempunyai pilihan dan memberikan kesempatan pada diri sendiri, untuk melakukan hal yang belum pernah dipikirkan sebelumnya. Semua keputusan ada ditangan kita. Apakah kita mau bergerak menuju perubahan itu, atau keinginan itu hanya mampu kita kubur dalam angan-angan kita. Lantas pilihan manakah yang akan dipilih oleh seorang gadis berumur 16 tahun ini? Apakah dia mampu menghadapi segala cobaan yang datang saat proses hijrahnya? dan Siapakah yang mampu mendorong nya untuk melakukan perubahan itu? Karena allah berkuasa,takdir-Nya tak pernah salah arah dan segala skenario-Nya sangatlah indah. -Adetria oktavia
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Magnificent Journey [COMPLETED]
  • BERHIJRAH atau TIDAK
  • Why Him? (END)
  • Hijrah Cinta (END)
  • ALL ABOUT US
  • Zaujati
  • Hijrah Sang Gadis
  • Berlabuh di Takdir-Nya
  • CINTA SEPERTIGA MALAM [END]

Broken home? Sudah menjadi hal yang tidak asing lagi. Tentu hati seorang anak mana yang tidak hancur saat harus menerima kenyataan pahit semacam itu. Bahkan dirinya mengalami itu saat masih kecil. Waktu dia baru menginjak 8 tahun, masih membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Tapi apalah daya. Takdir tidak bisa diubah. Dia hanya bisa pasrah. Dia bertekad akan membuktikan pada semua. Terutama kedua orangtuanya yang sudah berpisah lama. Dirinya memutuskan untuk berubah. Merubah semuanya. Dari mulai pandangan, berfikir, dan satu lagi jangan mengeluh dengan keadaannya yang sekarang sudah menjadi anak broken home. Perjalanan dari perubahannya ini penuh dengan rintangan. Karena memang semua manusia pasti tak akan terlepas dari itu. Hanya saja bagaimana caranya agar bisa dengan sabar dan tabah menghadapinya. Dia seperti itu karena sadar, bahwa broken home bukan suatu masalah yang besar. Juga bukan sebuah penghalang untuk terus menjalani hidup. Bukan pula ajang untuk jadi terjerumus pada pergaulan bebas. Sebab dirinya tahu betul, lebih menyakitkan nasib anak-anak yatim dan piatu. Mereka bahkan tidak bisa lagi berjumpa dengan orangtuanya. Mau tau kelanjutan dari kisahnya? Bagaimana perjalanannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines