"Jantur dalam Bahasa Indonesia memiliki arti sesuatu yang magis. Namun, dalam Bahasa Sanskerta, Jantur berarti cerita. Aku ingin kelak kamu bisa bercerita, menulis cerita, cerita yang dapat mengubah dunia yang busuk ini. Percayalah kepadaku, cerita memang magis. Sekarang pergilah Jantur, berceritalah, perbaikilah dunia ini."
Indonesia tahun 2445, sungguh miris, keruntuhan negara ini bertepatan dengan kemerdekaannya yang ke-500 tahun. Namun Jantur tak akan membiarkan negara ini hancur begitu saja. Bersama rekannya, Kara, di sisinya dan pena andalannya di saku, Jantur berpetualang melampaui logika manusia modern untuk mengembalikan hakikat Indonesia dan hak rakyatnya.
Story : Muhammad Zaidan Hamid
Cover : Oliver Mochtar M. Noor
(Mohon memberikan kritik dan saran agar karya saya dapat berkembang, jangan ragu untuk memperbaiki kesalahan tulisan yang terdapat di dalam karya ini)
Hanya ada satu hal yang dia inginkan saat ini, yakni menghentikan suara-suara yang terus muncul di telinganya.
Suara yang sejak 4 tahun lalu sempat berhenti terdengar, kini kembali menggema. Mengganggu segala rutinitas yang sudah ia coba bangun kembali, agar tampak hidup seperti manusia normal lainnya
"tolong berhenti....ini terlalu berisik, tolong....
kamu menyakitiku"
lirihnya sambil bersimpuh di depan candi Bajang ratu. Candi yg katanya bisa membawa sial bagi siapapun yg terlalu lama berada disekitarnya.
Mungkin memang benar, sebab segala gangguan suara itu, bermula sejak kunjungan pertamanya kesana
"aku mohon...." lirihnya sekali lagi
"maafkan aku Nirmala"
"berhentilah...." lirihnya untuk terakhir kali