The Spring You Gave Me

The Spring You Gave Me

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 18, 2020
Ingin beristirahat setelah menyelesaikan enam tahun pendidikan kedokteran yang melelahkan, Keira Naditya berencana untuk solo traveling ke Busan dan Seoul, dua kota yang sangat terkenal tetapi belum pernah dikunjunginya. Tak hanya sekedar untuk bersenang-senang dan bertemu dengan teman baru, ia berharap perjalanan ini bisa memberikanya sedikit waktu untuk menjernihkan pikiran, menyusun rencana masa depannya, dan kembali menemukan jati dirinya. Namun ia tak pernah menyangka bahwa perjalanan di musim semi yang singkat ini akan mempertemukannya dengan seseorang yang kelak menjadi penting baginya. Jonathan Kim, pemuda keturunan Korea yang menghabiskan setengah masa hidupnya di New York, percaya bahwa berpacaran hanyalah aktivitas yang membuang-buang waktu jika dilakukan sebelum usia 30-an. Ia tak pernah menduga bahwa perjalanan akhir pekan ke Busan bersama kakak perempuan dan iparnya akan mempertemukannya dengan Keira, sosok mungil yang mampu memberikan perubahan besar terhadap perspektifnya terhadap wanita dan cinta.
All Rights Reserved
#9
busan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ENIGATA
  • Daddy
  • My Life? [COMPELETED]
  • The Warmth That Came Back
  • 1 hati 2 cinta
  • FUTURE DOCTOR |NCT OT23 [ON GOING]
  • Between Crasher and Beat (KyuSung Fanfic)
  • RESIDEN (END)
  • SHE WAS PRETTY
ENIGATA

Yoona dan Boora, dua sahabat karib dengan impian setinggi langit: kuliah di Universitas impian Korea Selatan. Yoona yang penuh semangat dan prestasi, namun kondisi ekonomi keluarganya membuat mimpi itu terasa jauh dan sulit ia gapai. Sementara Boora, meski berasal dari keluarga kaya bergelimangan harta, sering meragukan dirinya karena nilai akademiknya yang biasa saja. Tak ingin menyerah dengan keadaan, Yoona mengajak Boora bekerja paruh waktu untuk membiayai bimbingan belajar ke luar negeri. Akhirnya mereka diterima sebagai petugas kebersihan di rumah sakit besar. Hari-hari mereka diisi dengan lelah, bau obat, dan tatapan meremehkan seusai jam sekolah selesai, tapi semangat mereka tak padam. Mereka percaya bahwa setiap rupiah yang dikumpulkan akan membawa mereka ke gerbang Universitas Korea Selatan. Akankah Yoona dan Boora mampu bertahan dan mewujudkan impian mereka untuk menginjakkan kaki di bangku kuliah di Korea, ataukah kerasnya realita akan memaksa mereka untuk mengubur mimpi itu dalam-dalam?

More details
WpActionLinkContent Guidelines