Simple

Simple

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 8, 2020
[The second story of Perfetto] [Slow Update] [Update setiap malam minggu] Hidup Yashi tidak akan pernah tenang jika Jay masih singgah di dalam dunianya. Setiap hari, Yashi selalu kesal dengan tingkah laku Jay yang sangat menyebalkan. Meskipun begitu, Jay tetap berusaha mendekati Yashi yang juteknya sudah overdosis. Lelaki itupun rela melakukan apa saja agar Yashi bisa bahagia walau tanpa dirinya. Tapi, tanpa di sadari rencana itu berhasil membawa mereka ke dalam kebersamaan yang tidak terduga sekaligus kenyataan pahit yang tidak pernah hadir dalam benak. Cerita ini sederhana. Hanya sebuah kisah tentang romansa anak SMA. Tak ada yang istimewa, karena Yashi dan Jay diciptakan sebagai tokoh yang tidak sempurna. "Gue bakal lakuin apapun buat lo, Ci. Karena kebahagiaan lo adalah salah satu harta yang harus gue jaga." -- Jay "Perilakumu kepadaku begitu sederhana. Anehnya, kenapa aku tidak jatuh cinta?" -- Yashi
All Rights Reserved
#312
surat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Semua Tentang Kita (STK) ✔️
  • Letha
  • As Time Allows
  • ALEAGAS [END]
  • Electric Kiss [아파도 돼]
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Pal in Love
  • Ephemeral{Fanfic Boboiboy} ✔️
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]

(DILARANG MELAKUKAN COPY DALAM BENTUK APAPUN TANPA IZIN) SELESAI -78 CHAPTER. Kalian tahu apa yang paling menyakitkan dari sebuah perpisahan? Mengenang. Yah, proses mengenang adalah hal terburuk yang pernah ada. Karena mengenang selalu menyeret kita untuk berjalan mundur. Perpisahan hanya 'kan meninggalkan kenangan yang membuat kita sulit lupa karenanya. Mengisahkan seberapa berisiknya mereka hanya dengan bertatap muka, seberapa kerasnya tawa, seberapa hebatnya tangis di antara mereka menghadapi betapa kejamnya takdir mempermainkan hidup. Seperti itulah kenangan. Bahkan, waktu pun takkan mampu untuk menghapus jejak yang telah kita gores bersama. Kenangan yang selalu membuat aku rindu. Kenangan yang selalu membuat aku mengatakan aku mengingatmu. Yah, kenangan itu adalah kalian. "Kalian itu alasan gua memahami definisi sayang tanpa rupa, keluarga tanpa darah." -Indri Raysilia Januar. Kritik dan Saran dipersilahkan. Karya : Indah_zrd Cover by : @indrindi13 /InArt

More details
WpActionLinkContent Guidelines