Kabur Seminggu

Kabur Seminggu

  • WpView
    Membaca 107
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Agt 21, 2020
Cahya Komarun adalah anak remaja biasa yang tidak biasanya. Biasa karena dia bukanlah anak populer, bukanlah anak orang kaya, bukan pula anak bertalenta yang dapat mencuri berbagai prestasi. Dia hanyalah anak remaja yang percaya Tuhan dan sadar tidak sadar mengikuti arus dunia yang dia anggap sebagai takdir. Tidak biasanya karena suatu pagi, dia mengejutkan kedua orang tuanya dengan secarik kertas yang bertulis tangan, "Bu, Pak, maaf. Omar mau izin kabur seminggu."
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#1
innocentboy
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Di Antara Tawa dan Tragedi
  • You Will Fall My Love
  • Deksa 's Diary
  • Suck It and See (Complete)
  • Jika Takdir Telah Ditentukan
  • MAKING BIG SCANDAL
  • D U D A
  • Cephalotus

Di balik semarak kehidupan remaja masa kini-dengan media sosial, deretan target nilai sempurna, dan tawa di antara bangku sekolah-tersimpan cerita yang tak terucap. Dulu, namanya adalah tawa. Gemericik riang yang tak pernah pudar, seolah hidup hanya tentang matahari dan permen kapas. Nasya Zevillia Alesya, gadis dengan senyum selebar cakrawala, tak pernah tahu bahwa di sudut takdir, sebuah badai telah menunggu. Badai yang akan merenggut suaranya, mematahkan langkahnya, dan mengukir luka tak berdarah di kedalaman jiwanya. Ia akan belajar bahwa hidup adalah rangkaian kehilangan, bahwa cinta bisa datang dari tempat tak terduga, dan bahwa ingatan-bahkan yang paling menyakitkan sekalipun-adalah kunci untuk menemukan siapa dirinya yang sesungguhnya. Sebelum semua itu terjadi, dia hanyalah seorang gadis yang mengira dunia itu sederhana. Ia belum tahu, bagaimana rasanya menjadi bekas luka tak berdarah. Ini bukan hanya kisah tentang tumbuh dewasa. Ini kisah tentang bertahan-dengan tawa, air mata, dan luka yang belum sembuh. oOo "Dia bilang mataku sayu seperti dihantui, aku bilang aku tidak tidur, karena mimpi-mimpi ku hancur."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan