29 bab Bersambung Di balik hari-hari sekolah yang tampak biasa, setiap orang menyimpan jaraknya sendiri. Bukan sekadar jarak antarperasaan, melainkan juga jarak antara tanggung jawab dan keinginan, antara keyakinan dan pilihan, antara keberanian dan ketakutan untuk jujur.
Ashellva Joana-ketua OSIS yang dikenal tenang dan bertanggung jawab-terbiasa memikul lelahnya sendirian. Ia berjalan rapi di mata banyak orang, meski sering kali harus mengorbankan perasaannya sendiri demi hal-hal yang dianggap lebih penting.
Di sisi lain, Esterellio Bryson Fitzgerald kerap berada di pinggir cerita. Lebih sering diperbincangkan daripada dipahami. Ia hadir dengan caranya sendiri-dingin, sulit ditebak-meninggalkan tanda tanya di balik sikapnya, seolah menyimpan sesuatu yang tak pernah benar-benar ingin ia jelaskan.
Di sekitar mereka, persahabatan diuji.
Perhatian kerap disalahartikan.
Rahasia dipendam terlalu lama hingga perlahan membebani hati.
Beberapa perasaan tumbuh dalam diam, sementara sebagian lain harus berhadapan dengan perbedaan-terutama perbedaan keyakinan, yang membentuk batas tak kasat mata namun terasa nyata.
Tak ada tokoh yang sepenuhnya jahat dalam cerita ini.
Yang ada hanyalah remaja-remaja yang sedang belajar memahami arti mencintai, sambil berusaha agar tak melukai siapa pun di sepanjang jalan.
A Symphony Between Us adalah kisah tentang pilihan dan konsekuensinya.
Tentang bagaimana setiap langkah menuntut kejujuran-pada diri sendiri, pada orang lain, dan pada nilai yang diyakini.
Karena terkadang, yang paling sulit bukanlah mencintai,
melainkan bertahan... dengan hati yang tetap utuh.
---
Cerita ini adalah fiksi. Kesamaan nama, tempat, atau kejadian adalah kebetulan belaka.
Harap tidak menyalin tanpa izin penulis.
© Story by Jane