As Time Goes By [Completed]

As Time Goes By [Completed]

  • WpView
    LECTURAS 632
  • WpVote
    Votos 40
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, jul 19, 2020
Masih ada begitu banyak hal yang sulit untuk Reno mengerti, termasuk wanita. Ia sudah mengatakan segalanya, menerima apapun yang ada dan bersiap menjalani semua yang akan dihadapinya. Kini ia telah berhasil membuang seluruh lembaran idealisme dan harapan - harapan masa lalunya bersama secarik kertas yang berisikan deretan angka dan nama itu. Nomor ponsel yang ia dapat dari seorang lelaki dari gang remang - remang itu sudah tak lagi dapat dihubungi semenjak 2 tahun terakhir. Hingga suatu ketika Reno menyadari suatu hal, mungkin ini lah yang dimaksud oleh ayahnya dulu. Ia tidak harus mengejar sesuatu yang sempurna, jika 'hanya' ketidaksempurnaan lah yang kita dapatkan. Bukan tentang bagaimana membuat ketidaksempurnaan itu menjadi sempurna, namun tentang bagaimana Reno menerima ketidaksempurnaan itu dengan suka cita, dengan lapang dada, dengan seluruh rasa syukur seluas samudra. Pada akhirnya Reno benar - benar mengerti dan menemukan ketenangan batin yang selama ini ia cari - cari.
Todos los derechos reservados
#6
prostitusi
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Mafia dan Dokter Gemoy
  • Abella My Beautiful Dokmil Kowad (E-book Tersedia Di Playstrore)
  • One Last Night
  • Lonte Vs Gigolo (The Coli Trilogi I) (End)
  • AFTER WEDDING - TERBIT
  • Celebrate The Wait  | ✓
  • Penyangkal Takdir
  • 02:00 (Aku menikah?!)

💕sudah tamat di karyakarsa.💕💕 "Ayah sudah memutuskan." Nada suaranya berat, penuh otoritas. "Apa?" "Kamu akan menikahi putrinya Bram." Dentingan halus terdengar saat gelas wiski itu diletakkan di atas meja. Pria yang dipanggil Sagara Caesar Majendra mengangkat dagunya sedikit, menatap lawan bicaranya dengan ekspresi tak terbaca. "Pernikahan bisnis?" Suaranya terdengar datar, nyaris tidak menunjukkan emosi. "Lebih dari itu." Hening. Pria tua itu Majendra mengamati putranya dengan tatapan penuh perhitungan. "Ini bukan hanya tentang bisnis. Ini tentang mempertahankan keseimbangan. Kamu tahu bagaimana dunia ini bekerja, bukan?" Sagara menahan desahan napasnya. Tentu saja dia tahu. Dunia ini tak pernah menawarkan kebebasan bagi orang sepertinya. Pernikahan bukan tentang cinta, melainkan tentang kekuatan, strategi, dan kepentingan. "Aku enggak butuh istri Yah," katanya akhirnya. Majendra menyeringai tipis. "Bukan soal kamu butuh atau tidak. Ini tentang kelangsungan Amores Corp. Tanpa aliansi yang kuat, kamu hanya akan jadi incaran yang lebih mudah." Sagara menyandarkan punggungnya, tangannya terlipat di depan dada. Ia tahu tak ada gunanya berdebat. "Apa perempuan itu tahu soal ini?" tanyanya, masih dengan nada dingin. Majendra tertawa kecil. "Belum. Bram bilang putrinya itu tak tertarik dengan dunia kita. Dia sibuk dengan pekerjaannya sebagai dokter." Sagara mengangkat alis tipis. "Dokter?" Majendra mengangguk. "Ya. Dan tidak ada yang tahu siapa ayahnya sebenarnya. Bramantyo menyembunyikannya dari dunia luar." Sagara menatap kosong ke arah meja. Menikahi seseorang yang bahkan tidak tahu identitas aslinya? Terdengar seperti lelucon. "Apa dia setuju?" Majendra tersenyum samar. "Dia tak punya pilihan. Sama seperti kamu." Dada Sagara terasa sesak. Sekali lagi, hidupnya bukan miliknya sendiri. Di tempat lain, seorang wanita tengah sibuk dengan pekerjaannya di rumah sakit, tanpa menyadari bahwa hidupnya akan berubah selamanya. (Start 11022025)

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido