Story cover for Eccedentesiast; Lie by disvand_
Eccedentesiast; Lie
  • WpView
    Reads 507
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 15
  • WpView
    Reads 507
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 15
Ongoing, First published Jul 19, 2020
Semua orang sakit. Semua orang pura-pura. Semua orang bohong. 

Kenapa semua orang tega melakukan ini? Padahal, hidup Lila sudah mulai baik-baik saja. 

Lila benci orang munafik, egois, dan mereka yang pura-pura paham tentang Lila. 

Mereka yang datang seenaknya dan pergi seenaknya. 

Di sekeliling Lila sudah tak ada siapa-siapa. Lalu, kenapa mereka sulit sekali menerima Lila yang mampu berdiri di atas kakinya sendiri? Mereka penuh stigma. 

Lila tak percaya mereka. 

Lila benci pembohong yang pura-pura. 


... Tapi, Lila sendiri melakukan hal itu. 

"Kapan terakhir kali lo bahagia?" 

" ... " 

" ... " 

" ... Gue gak ingat."

ㅡㅡㅡㅡㅡ

Cerita ini begitu manis, sampai kamu menemukan sesuatu yang mungkin tak pernah terduga. 

Eccedentesiast ㅡ Someone who hides pain behind a smile.
All Rights Reserved
Sign up to add Eccedentesiast; Lie to your library and receive updates
or
#23coffee
Content Guidelines
You may also like
Eccedentesiast [END] by winmoonchild
29 parts Complete
[COMPLETED] Eccedentesiast : (n) Someone who hides pain behind a smile. Yang Laluna Aurora inginkan adalah sebuah ketidakmungkinan. Dia ingin memutar waktu, dan kembali ke masa yang dirasanya sangat membahagiakan. Dia ingin menetap di sana. Dia tidak ingin ada hari-hari selanjutnya. Dia ingin kebahagiaannya kembali utuh. Ternyata, menjadi orang dewasa bukanlah sebuah tujuan yang membahagiakan. Luna ingin meminta maaf, karena mungkin dia tidak bisa menepati janjinya kepada seseorang yang mungkin sedang menantinya untuk menepati janji. Dengan tersenyum, tidak akan terjadi apa-apa. Maksudnya, tidak ada yang tahu jika sebenarnya sedang terjadi apa-apa di dalam hati dan pikiran. Bukankah itu yang dilakukan hampir setiap orang? Mereka pura-pura tersenyum untuk menyembunyikan apa yang menurutnya tidak perlu diketahui oleh orang lain. Hidup tidak melulu tentang bahagia dan sedih. Namun, juga tentang bagaimana seseorang bisa terlihat bahagia, padahal kebahagiaan seakan tidak berpihak kepadanya. Dan Berkat Catu, Luna menyadari hal itu. Catu Aksara Disenja, nama itu tidak hanya sarat akan keindahan. Namun, juga sarat akan luka. Sama seperti hidupnya. Sebenarnya apa yang terjadi pada hidup Luna dan Catu? ⚠️⚠️ Trigger warnings: ⚠️⚠️ => Loneliness, feeling worthless, depression, and suicidal thought. ••• E c c e d e n t e s i a s t ••• A story by : winmoonchild Eccedentesiast Copyright©2020, winmoonchild All Rights Reserved | Januari 2020
Is It Home ?  by unchangedword
82 parts Complete
[SUDAH DIBUKUKAN, GET ON SHOPEE Choko Publisher "Kenapa yah? Karena abang anak pertama ya?", -- "Emang pernah kalian nganggep aku ada?" ___________________________________________ "Dia bukan papa lo, lo harusnya tau diri",-- "Emang ga seharusnya gue disini, kehadiran gue cuma ngrusak kebahagiaan dia. Gue pamit",-- ___________________________________________ "Lo bisa ga sih gausah aneh-aneh, lo yang bertingkah, tapi gue yang selalu kena imbasnya. Lo sih enak jadi bungsu, mama papa juga gabakal marah ke lo" "Siapa bilang ? Gue juga pengin pergi bebas kaya lo bang, gue cape terus-terusan belajar, gue juga pengin bebas kaya lo" "Gue bukan dibebasin, tapi gue di usir. Itu juga gara-gara lo, bungsu", ___________________________________________ Ia tahu dan sadar dengan posisinya. Ia lahir sebagai seorang sulung yang dipaksa untuk terus melebarkan bahunya, yang harus selalu kuat mentalnya, yang punggungnya harus selalu siap untuk dijadikan sandaran bagi saudara-saudaranya, juga harus selalu siap memikul harapan orang tuanya. Tapi ia juga manusia, ada masanya ia lelah dan perlu sandaran seperti yang biasa ia lakukan. Ada kalanya ia merasa ingin menyerah dan lari dari semua masalah yang mendera. Bungsu, orang selalu bilang menjadi seorang bungsu adalah suatu keberuntungan, dimana bungsu biasanya selalu diutamakan dan identik dengan julukan "anak kesayangan" Tinggalkan soal bungsu dan sulung, bagaimana dengan anak tengah? Apakah nasibnya sama buruknya dengan si sulung atau bahkan lebih baik dari pada si bungsu? Masih tentang semesta dan kejutannya, entah skenario apa yang semesta buat kali ini, yang pasti adalah satu hal. Tak semua yang kamu lihat sesuai dengan apa yang terjadi sebenarnya. Menjadi bungsu tak selamanya indah, begitupun dengan menjadi sulung.
Fractured Cheerfulness (On Going) by Baperterussss
24 parts Ongoing
"Lo beneran bego, Fin. Gimana sih, gini aja lo ga ngerti-ngerti?" Satria menggelengkan kepala frustasi. Alfina cuma bisa cengengesan. "Jangan bosen ngajarin gue, ya." Di balik senyum yang tak pernah hilang, Alfina Adzra Wardana adalah anak yang terjebak di antara dua dunia. Dunia di mana dia terlihat ceria, ekstrovert, dan penuh semangat. Tapi ketika bel tanda pelajaran berbunyi, dia lebih memilih untuk menghindar daripada berhadapan dengan angka, rumus, atau teori-teori yang malah bikin pusing. Matematika? Ekonomi? Hanya kata-kata kosong yang dia coba terjemahkan dengan senyum yang terus dipaksakan. Satria, cowok yang dipaksa jadi tutor pribadi Alfina, udah sampai titik frustasi. "Lo bener-bener bego!" katanya, meskipun di balik itu, dia enggak bisa menahan rasa kagum pada dunia Alfina yang penuh warna dan seni. Karena ada satu hal yang Alfina tahu dengan pasti: dunia seni adalah tempat dia bisa bersinar. Setiap goresan kuas di kanvas adalah tempat dia bisa bebas, tanpa perlu penilaian orang lain. Tapi di rumah dan di sekolah, ada satu sosok yang terus dibandingkan dengan Alfina-adiknya Thalita, yang cerdas dan selalu jadi juara kelas. Alfina merasa dirinya selalu kalah. Di balik kebingungannya dan perasaan tak cukup, Alfina mencoba menemukan cara agar bisa berjuang untuk dirinya sendiri. Tapi, apakah itu cukup? Dan di tengah semua itu, apakah Satria, yang frustrasi mengajar, bisa melihat potensi besar dalam diri Alfina yang selama ini dia abaikan? Apakah Alfina bisa melepaskan diri dari bayang-bayang adiknya? Apakah Satria bisa melihat lebih dari sekadar kegagalannya?
You may also like
Slide 1 of 9
✓ Home  cover
Pers Kampus 2.0✔ cover
Eccedentesiast [END] cover
Seperempat Aku dalam Dunianya cover
Is It Home ?  cover
RIFKI: 17 Tahun Bersama Abang cover
Fractured Cheerfulness (On Going) cover
Eccedentesiast cover
Let Me Love You Longer cover

✓ Home

47 parts Complete

Luka yang sama, perasaan yang sama mereka rasakan selama bertahun-tahun itu. Berapa lama waktu berlalu, tetap tidak bisa menghilangkan luka masa lalu. Dan mereka terus merasa seperti itu... ..tanpa arah, kesepian dan kosong... Kenapa? .. karena 'rumah' tempat mereka biasanya kembali, sudah tidak ada lagi.. Warn: Genre cerita ini kandungan ANGST-nya seribu persen/Sad-AU! SunSun!Pocket-brothership! (CERITA INI MENGANDUNG ADEGAN KEKERASAN! YANG TIDAK SUKA, TOLONG.. PLIS AUTHOR MOHON DENGAN SANGAT, JANGAN BACA!)