We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
JODOH
  • WpView
    Reads 260
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 9, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Seorang gadis cantik yang tiba tiba di pindahkan oleh orang tua nya ke pesantren di daerah Bandung membuat nya harus meninggalkan teman di SMA Jakarta tempat kelahirannya itu. Di tengah perjalanan mempertahankan istiqomahnya datanglah ujian berupa benih benih cinta di hatinya kepada seorang pemuda tampan yang sudah sangat merubah 90° kehidupan nya. "Katanya jodoh pasti bertemu tetapi kita yang setiap hari setiap jam setiap menit bahkan setiap detik bertemu apakah kita bisa jadi ber jodoh?....." Bagaimana kehidup Tifa yang membuat nya kebingungan dengan skenario Allah yang seperti labirin dan di penuhi dengan ujian itu? Akan kah dia kuat untuk menjalaninya? ------------ "Stopp!! ,tifa itu pacar gue!!" Teriak Adi. "Ooohhh jadi Lo pacarnyaa. hmm." ucap Rafi mengiyahkan. "Ehh bukan! bukan!, gue gk suka sama dia gue dipaksa!! ,gue sukanya sama Lo Rafi!!." Batin Tifa. "Oke, Lo pacarnya gue akui tapi kalo Allah bilang gue jodohnya, Lo bisa apa?" Tanya Rafi tersenyum tipis sambil mengangkat sebelah alisnya. Deg! "Aamiin". batin Tifa dan ia pun tersenyum tipis sambil menunduk. Follow my Instagram : @jannsyah_ : @hobisyah
All Rights Reserved
#66
baperstory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hi, ust Agam! [SUDAH TERBIT]
  • Love Till Jannah [END]
  • My Ustadz My Crush [SELESAI]
  • ALTHAZAIN
  • Senja Assyifa [COMPLETED]
  • Assalamu'alaikum Kekasih Impianku [END]
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • GARIZAH JAUZA (END)
  • BAKPAO TELO
  • Takdirku Untukmu (END)

CERITA INI SUDAH TERBIT, TERUS SEDIA DI TOKO OREN DAN TOKOPEDIA. "Hi, ustad Agam," sapa Cita kala matanya menangkap sosok Agam turun dari serambi masjid. Agam-pun menjawab dengan nada biasa. "Bukankah Rasulullah mengajarkan kita untuk mengucap salam?" "Hehe. Assalamualaikum," salam Cita sembari menunjukkan deretan gigi putihnya "Waalaikumsalam." "Ustad. Boleh nanya gak?" Agam mengiyakan dengan sebuah anggukan kepala. "Bahasa arabnya orang ngucapin selamat pagi itu apa?" Agam menjawab ",صَبَاحُ الْخَيْرِ" Wajah Cita sumringah, satu ibu jarinya digigit kecil. "صَبَاحُ الْخَيْرِ juga ustad Agam." Mendengar itu bibir Agam tertarik tipis. "Bukan begitu. Jawabannya صَبَاحُ النُّوْرِ" Cita terkekeh seraya menggaruk tengkuk yang tiba-tiba terasa gatal. Niat hati ingin membodohi justru dia sendiri yang terlihat bodoh. Highest Rank. #01 in SMK (15/04/21) #01 in Pesantren (12/05/21) #01 in Hijrah (21/05/21) #02 in Religi (22/08/21)

More details
WpActionLinkContent Guidelines