We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
TESLA
  • WpView
    Reads 52
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 20, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Mengisahkan tentang seorang gadis tuna netra yang bernama Tesla , yang mengalami sebuah tragedi di masa lalu yang membuatnya kehilangan sosok ayah yang dicintainya dan pengeliatan matanya . Kini hidup bersama ibu dan bibinya di sebuah kota kecil . Tesla selalu bermimpi suatu hari ia akan mendapatkan pengeliatannya kembali dan di cintai sosok pria yang berada di mimpinya . Siapakah pria itu dan mungkinkah Tesla akan mendapatkan pengeliatannya kembali ?? 😉😉😉😉
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Strong Girl Michella (END)
  • Let Me Love You Longer
  • CLOSER
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Satu Langkah
  • FIZYA
  • 04:Love Struggle✔
  • INTERIM: Let Me See Your Smile
  • Yang Dicari

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines