Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.
JERITAN TENGAH MALAM

JERITAN TENGAH MALAM

  • WpView
    LECTURAS 10
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, ago 7, 2020
WpInfo
Ficción
Terror
Aku dan suami menempati rumah kontrakan dekat anak sungai yang airnya berwarna hitam seperti air got. Berbau dan tidak bisa digunakan bagi warga sekitar. Baru beberapa hari menempati rumah tersebut, kejadian aneh sudah dirasakan. Sesuatu hal yang di luar logika sering kujumpai dan suara jeritan-jeritan pada malam hari kerap terdengar. Suara minta tolong, ketukan pintu tapi saat dibuka tak ada orang. Lebih parah lagi, ada makhluk yang menyerupai suamiku. Suami juga merasakan keanehan saat dalam pekerjaannya yang menjadi tukang ojek. Ia juga sering menjumpai keganjilan pada penumpangnya. Tak jarang di jalan ia juga sering melihat penampakan makhluk astral.
Todos los derechos reservados
#28
tengah
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • The Silence That Shaped Me
  • RUMAH KOSONG || NCT DREAM X LUCAS
  • "Saat Gelap Tiba: Kumpulan Kisah Seram yang Membuat Gemetar"
  • Little Moni: Amarah Hutan Leluhur
  • WARISAN
  • Dalam Bayangan Ketakutan: Kumpulan Kisah
  • Help Ghost
  • kisah horor: teror jam 12 malam
  • One incident

"Aku tetap ada. Meski kalian pura-pura aku tidak pernah lahir." Goresan tinta hitam itu tampak tegas, meski tangan yang menuliskannya sempat gemetar. Tulisan itu menggantung di atas pantulan wajah Freya-seakan mengukir ulang dirinya. Bukan lagi sebagai anak yang tak dianggap, tapi sebagai sosok yang memilih berdiri. Di antara luka, pengkhianatan, dan keheningan yang membatu, ia tetap ada. Ia hidup. Bukan demi pengakuan. Bukan demi cinta yang tak kunjung datang. Tapi demi dirinya sendiri. Untuk pertama kalinya, Freya tak menanti suara dari luar kamar. Tak lagi berharap ada ketukan, atau sapaan lembut di pagi hari. Ia tahu, pagi itu akan tetap sepi. Seperti biasanya. Namun kali ini, ia tidak takut. Karena saat dunia berhenti menyambutnya... Ia akhirnya menyambut dirinya sendiri.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido