BERSAMAMU (Sekuel DDG)

BERSAMAMU (Sekuel DDG)

  • WpView
    Reads 5,286
  • WpVote
    Votes 551
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 14, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Kalau abang nggak mau, ya udah lepas aja. Lagian ini bukan kemauan aku kok, dedek bayi yang mau, iya kan dek?" tuturku sembari menyentuh perutku sambil tersenyum puas. "Iya-iya aku pakai," sahutnya dengan nada yang terdengar tidak ikhlas. "Abang kan tahu, katanya orang tua dulu, kalau ngidam nggak diturutin anaknya nanti ngiler loh. Bang Raka mau, nanti dedek bayi ngileran?" "Iya iya, ini abang pakai" aku melihatnya menghela napas panjang didepan cermin yang menampakkan postur tubuhnya scara keseluruhan. Kali ini aku menang. Biasanya dia yang keas kepala. Dalam hati aku tertawa sekeras-kerasnya. "Sini-sini biar Maya yang pasang kancingannya," aku tak henti untuk menggoda gus Raka. Dia menurut, melepaskan tangannya yang sesaat memegang kancingan baju yang ada dibagian lehernya.
All Rights Reserved
#87
bersamamu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ArKa (End)
  • ATHARLA [REVISI]
  • SHADOW ( Selesai)
  • CINTA UNTUK ALYA
  • Menyimpan Rasa (END)
  • limited to friends or falling in love '?'
  • Keenasyaa (REVISI.)
  • Pelangi yang Telah Lama Hilang
  • Jangan Pergi, Ayi
  • Love It's You [COMPLETED]

Typo bertebaran! Belum di revisi!!! "Tadi pas gue pegang lo, lo bilang bukan mahrom tuh maksudnya apa?" Mendapat pertanyaan tersebut membuat Chika menoleh dan melihat mata Arya sekilas. Entah mengapa ia tidak kuat jika harus menatap pria itu. "Itu... Maksudnya laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom, tidak boleh berpegangan atau bersentuhan. Kecuali udah menikah" jelasnya. "Orang tua?" tanya Arya lagi. "Boleh, saudara kandung juga boleh, saudara laki-laki atau perempuan dari orang tua juga boleh, keponakan laki-laki atau perempuan juga boleh, kakek nenek kandung juga boleh, dan pelayan tua. Itu sih kayaknya yang boleh," Jelasnya memperhatikan bibir pink dan tebal milik Arya. "Gue sama lo?" tanya Arya lagi. "Nggak boleh, kecuali kita udah nikah," jawabnya spontan. Membuat ia membelalakkan matanya karena kaget dengan ucapannya. Arya yang melihat tingkah Chika pun malah terkekeh. "Lo mau nikah sama gue?" goda Arya. "Idih! Ogah banget!" ujarnya dengan suara yang meninggi. Lagi-lagi ia tidak bisa menahan dirinya. "Santai aja kali," jawab Arya santai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines