BERSAMAMU (Sekuel DDG)

BERSAMAMU (Sekuel DDG)

  • WpView
    Reads 5,285
  • WpVote
    Votes 551
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 14, 2021
"Kalau abang nggak mau, ya udah lepas aja. Lagian ini bukan kemauan aku kok, dedek bayi yang mau, iya kan dek?" tuturku sembari menyentuh perutku sambil tersenyum puas. "Iya-iya aku pakai," sahutnya dengan nada yang terdengar tidak ikhlas. "Abang kan tahu, katanya orang tua dulu, kalau ngidam nggak diturutin anaknya nanti ngiler loh. Bang Raka mau, nanti dedek bayi ngileran?" "Iya iya, ini abang pakai" aku melihatnya menghela napas panjang didepan cermin yang menampakkan postur tubuhnya scara keseluruhan. Kali ini aku menang. Biasanya dia yang keas kepala. Dalam hati aku tertawa sekeras-kerasnya. "Sini-sini biar Maya yang pasang kancingannya," aku tak henti untuk menggoda gus Raka. Dia menurut, melepaskan tangannya yang sesaat memegang kancingan baju yang ada dibagian lehernya.
All Rights Reserved
#296
bersamamu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PUTRI ARABELLE DISELIMUTI AWAN
  • 𝐌𝐮𝐧𝐚𝐣𝐚𝐭 ✔
  • limited to friends or falling in love '?'
  • tentang sebuah rasa
  • Menyimpan Rasa (END)
  • Keenasyaa (REVISI.)
  • Love It's You [COMPLETED]
  • Assalamualaikum Cinta
  • Not A Perfect Husband ✔
  • ATHARLA [REVISI]

Arabell yang masih diselubungi duka merasakan kebimbangan yang luar biasa saat ia kedatangan dua orang tamu yang tak dikenalnya sama sekali mengaku sebagai ayah kandung nya. Arabell terdiam mencerna apa yang dikatakan orang di depannya itu,memperhatikan berkas2 yang dibawa oleh orang tersebut dari buku nikah sampai akta lahir dia sendiri. Satu sisi ia menerima apa yang dikatakan mereka dan disisi lain ia menolak keras,mungkin saja kedua orang di depannya ini berniat jahat. Mereka mengaku sebagai keluarga membawa nya pergi kemudian menjualnya. ia bergidik ngeri memikirkan nasib kedepannya. "Apa kamu tidak mau memeluk adikmu Bima?" Thomas yang tau tatapan Bima menuju pada arabelle bertanya dengan senyuman. "adik!" seru Bima mengalihkan pandangan pada Thomas kemudian berganti lagi pada arabelle. "Adik ku hanya Mikael,adelard dan si curut itu. Aku gak punya adik perempuan dan bunda juga gak pernah melahirkan anak perempuan." Ujar Bima dengan santai. "Jaga bicaramu Bima!" Argani memperingatkan sang putra dengan tatapan yang serius. "kenapa? memang seperti itu kenyataan nya bukan." balas Bima dengan acuh kemudian berbalik meninggalkan meja makan. "Bim...."

More details
WpActionLinkContent Guidelines