STAY
  • WpView
    Membaca 4,357
  • WpVote
    Vote 1,346
  • WpPart
    Bab 26
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Sep 24, 2021
WpInfo
Fiksi
Romansa
Ini kisah cerita tentang Rameyla, seorang gadis yang amat ambisius. Ia tidak takut apapun kecuali dengan Sang Pencipta dan mamanya. Namun semenjak mengenal Alan ketakutan Rameyla bertambah banyak salah satunya perpisahan. Alan adalah cowok yang memiliki bad first impression di mata Rameyla. Rameyla tidak suka dengan Alan. Setiap hari mereka selalu berkelahi dan berdebat hal-hal kecil hingga para guru pun lelah melerai. Namun suatu hari mereka menjadi semakin dekat karena Pak Jajar, beliau meminta Rameyla agar mengajari fisika kepada Alan supaya ia naik kelas. Nilai Rameyla sebagai jaminannya. "Tugas gue itu buat Alan faham fisika, bukan malah ngambil hati gue." Tutur Rameyla gadis yang mengaku turunan dari Albert Einstein. "Coba aja Bapak Newton tidurnya di bawah pohon pisang, pasti fisika gak serumit ini." Alan membolak-balikan lembaran bukunya. "Ngomong-ngomong si mey-mey beneran titisan Albert Einstein bukan ya, tapi kok galak banget?" Suara hati Alan yang sedang mencoba menebak rumus apa yang harus ia tuliskan, sesekali ia melirik Rameyla yang ada di depannya. Apa ya yang membuat Rameyla tidak suka Alan? Padahal Alan kan banyak yang menyukai. Selamat membaca kisah RAMEYLA. 😚😚 20 Juli 2020
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#155
membaca
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Melody Arthadiesa
  • AIYARSHA #AlisonSeries1[COMPLETED]
  • CINA-CINTAKU (SELESAI)
  • Nissa & Nathan (COMPLETED)
  • Dear.  Pak DIMAS ( Selesai )
  • THE NAIAD (transmigrasi) {END}
  • Treacherous
  • HTS (Hubungan Tentang Status)
  • ALVANSA [Completed]
  • Mine [SELESAI] ✔

"Lo anak baru mending lo jauh jauh dari gue, jangan pernah deket deket sama gue lagi! nasib gue tuh jadi sial banget setiap kali deket lo" marah Aleo terhadap Melody. --- "Lo semua masuk ke kelas biar gue yang temenin dia" ujar Aleo sembari menoleh ke arah Melody sebentar lalu membuang pandangannya "Jadi, siapa dulu nih yang mau ngomong? Atau mau diem dieman terus sampe pulang sekolah?" tanya Melody memulai pembicaraan "Kalo mau tidur tidur aja" ujar Aleo cuek "Yaudah, tapi lo jangan macem macem sama gue, awas lo" ujar Melody "Lo pikir gue cowo apaan" balas Aleo "Ya kali aja gitu kan nggak tau juga" ujar Melody namun tidak di hiraukan dengan Aleo, Melody pun berbalik membelakangi Aleo yang sedari tadi kaku. "Mau lo apa sih Al, kadang baik kadang dingin banget, susah banget di tebak" monolog Melody dalam hatinya --- "Nah gitu dong, senyum kek.. baru kali ini gue liat lo senyum" ujar Melody memandangi wajah tampan Aleo yang sedang fokus mengobati lukanya "Jangan diliatin terus, ntar lo suka lagi sama gue" balas Aleo yang sadar dirinya di tatap begitu lekat oleh Melody "Hah? S..siapa lagi yang ngeliati tte..terus, gr banget" jawab Melody terbata bata "Awhh pelan pelan dong Al, sakit tau" Melody mengalihkan topik "Iya sory, tadi katanya nggak sakit" usil Aleo

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan