I DON'T CARE!

I DON'T CARE!

  • WpView
    Membaca 22
  • WpVote
    Vote 4
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Jul 24, 2020
WpInfo
Fiksi
Romansa
Bersikap tidak peduli itu, memang sulit. Bukan sulit, ketika sedang melakukannya. Tapi, sulit menghadapi orang-orang yang beranggapan mengenai sikap itu sendiri. Bukan takut, tapi rasanya tidak tahan mendengar semua tanggapan itu. Membuat rasa bosan menghampiri. Dan, akhirnya lelah untuk dihadapi oleh diri sendiri. Terkadang, aku berpikir. Apa yang ada di dalam benak orang-orang. Bukannya berpikir dan melihat dirinya sendiri. Tapi, malah memandang dan menilai diri orang lain. Toh? Apa keuntungan buat mereka? Jelas, hidup milik masing-masing. Tapi, kenapa masih ada yang sangat sensitive sekali dalam berlogika? This is, the big problem? "Gue ngga peduli! Hidup, hidup gue. Mereka siapa, gue siapa?" suara dingin dan tegas Satria menggelegar seisi markas. Tapi, dibalik semua itu. Akankah seorang Satria mengubah sikapnya sendiri? Ataukah akan diubah oleh sesorang di kemudian hari? Yuk dibaca ceritanya! My first story -I DON'T CARE- Warning!!! yuk baca perjalanan kisahku di I DON'T CARE! I HATE PLAGIARSM Bagi readers, harap tahu diri dan sopan santunnya. Untuk, meninggalkan jejak apabila singgah. by HATUWE
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • FEARLESS || JAYISA
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • ALEYA~~
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • Arshaka Heizen Lergan
  • Because I'm Stupid (End)
  • ALVIN (On Going)
  • ALONE

Hidup itu pilihan. Tapi ada karena suatu kesalahan bukanlah suatu keinginan. Toh yang namanya manusia pasti pernah khilaf pada masanya. Siapalah yang bisa mengira seperti apa Tuhan menorehkan takdir seseorang. Sera, gadis cantik yang terlahir mandiri sejak kecil itu ditakdirkan bertemu dengan Kafka, laki-laki yang selalu ingin terlibat dalam setiap proses dan langkah kecilnya. Membuat Sera mau tidak mau menerima eksistensinya. Bersamaan dengan itu banyak hal baru yang Sera temukan, termasuk menekan rasa takutnya untuk memperjuangkan Kafka, agar selalu menjadi miliknya. Pun dengan Kafka yang juga melakukan hal yang sama. "Ka, aku nggak pantes ya berdiri di samping kamu?" "Kata siapa? Ra, hidup itu simpel, Tuhan kasih banyak opsi buat dijadikan pilihan. Kalau nggak bisa berdiri di samping aku, kamu bisa duduk di pangkuan aku. Jangan takut, Ra. Mereka cuma iri. Kita bisa berjuang sama-sama." "But i'm a mess." Kafka tersenyum, "Kalau gitu kita tata lagi perlahan, sampai kembali seperti semula. Nggak ada yang perlu dikhawatirkan, selagi bersama, semuanya bakal berjalan sesuai rencana, Ra."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan