M E N E P I

M E N E P I

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 20, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
(Mencintai dalam sepi dan rasa sabar mana lagi yang harus ku pendam dalam mengagumi dirimu melihatmu genggam tangan nya nyaman didalam pelukan nya yang mampu membuat ku tersadar dan sedikit MENEPI) Cacha, gadis panti yang cantik ramah baik dan manis itu harus di hadapkan dengan pilihan yang membingungkan. haruskah ia memilih salah satunya atau ia harus egois dengan mempertahankan keduanya. Aaron, lelaki tampan yang mampu menggetarkan seisi hati Cacha dan menggeser posisi rival nya di hati gadis yang sama sama mereka cintai. mampukah Aaron mendapatkan Cacha seutuhnya atau hanya cinta yang ia dapat. Seta, pemuda panti yang menjadi sahabat Cacha semenjak pertama kali Cacha datang ke panti, ternyata memendam rasa terhadap Cacha. tapi suatu hari ia melihat Cacha tertawa bahagia dengan rival kecilnya yang membuat Seta sadar dan memilih untuk MENEPI.
All Rights Reserved
#14
carissa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aran [TAMAT] ✓
  • Cewek Cuek [Completed]
  • Cinta Segitiga
  • I HATE YOU, I LOVE YOU [COMPLETED]
  • My Angel (Pinky Promise)
  • Princess Deira (TAMAT)
  • Aurora (Tamat)
  • SECOND MARRIAGE ✔️
  • ESCOGER : Memilih [COMPLETED]✔️
  • INEVITABLE ✓

[T A M A T] Story By @bellabelvis Fisik adalah pedoman penilaian. Kebaikan dan senyuman bukan apa-apa dibandingkan fisik yang sesuai idaman. Tapi tahukah kalian? Ada seorang gadis yang bertahan di tengah masa butanya mata hati manusia. Gadis itu adalah Aran. Gadis ceria aneh yang hobinya tertawa dan berlapang dada. Cacian dan hinaan ia terima dengan senyuman. Ujaran kebencian dan teriakan marah ia tampung dengan rela. Baginya, semua hal itu bukanlah masalah. Hingga akhirnya ia bertemu dengan seorang siswa yang mampu mengombang-ambingkan hatinya. Hari demi hari berlalu, waktu seolah berusaha menyatukan mereka. Hanya satu hal yang mulai menghantui pikirannya. Sebuah pertanyaan menohok dari dirinya untuk dirinya sendiri. Pertanyaan tentang apakah ia memang pantas untuk mendapatkan siswa itu. "I wish, you would love me." -Aran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines