Story cover for Let's find our ending! on going. by pecinta_senja_
Let's find our ending! on going.
  • WpView
    Reads 14,884
  • WpVote
    Votes 1,361
  • WpPart
    Parts 8
  • WpView
    Reads 14,884
  • WpVote
    Votes 1,361
  • WpPart
    Parts 8
Ongoing, First published Jul 20, 2020
Si sulung, yang tak pernah mengeluh tentang kerasnya dunia. Bahunya kuat, siap dijadikan sandaran berbagi canda dan tangisan. 

Baginya, kedua adiknya lebih penting dari semua hal yang ada didunia ini. Menjadi sosok Ayah sekaligus sosok Ibu membuatnya hampir tidak pernah memikirkan tentang diri sendiri, ia selalu mengambil resiko ketika bertindak untuk melindungi kedua adiknya walaupun nasib dan masa depannya terancam. 

Arga merelakan masa depan & seseorang yang sangat ia cintai demi menjaga keluarganya tetap utuh.
All Rights Reserved
Sign up to add Let's find our ending! on going. to your library and receive updates
or
#556sickstory
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Juan [REVISI] cover
Family Line cover
We Lost The Summer [END] cover
Derena cover
Rumah Tanpa Pintu [ON GOING] cover
the journey of the two brothers cover
ARGA  cover
kembar yang berbeda  cover
TANAKA [END] cover
Menjadi Skala ✓ cover

Juan [REVISI]

1 part Complete

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.